Penjualan Kendaraan Baru di Eropa Meningkat 10,2 Persen, Mobil Listrik China Laris Manis
Peningkatan penjualan kendaraan ini didorong oleh tingginya permintaan mobil listrik.
IDXChannel—Pendaftaran kendaraan baru di Uni Eropa meningkat 10,2 persen secara tahunan pada September 2026, dengan total volume 1,36 juta kendaraan di seluruh kawasan Eropa, termasuk Inggris.
Data ini dicatat oleh European Automobile Manufacturers’ Association. Peningkatan penjualan kendaraan ini didorong oleh tingginya permintaan mobil listrik. Kenaikan penjualan ini juga mengimbangi penurunan penjualan kendaraan berbasis bahan bakar minyak.
Melansir Reuters (22/10/2026), tingginya permintaan mobil listrik di kawasan Uni Eropa dipicu oleh insentif yang diberikan regulator dan jenis serta varian model yang tersedia di pasaran.
Asosiasi tersebut mencatat registrasi baru mobil listrik berbasis baterai naik 59,9 persen, registrasi mobil hybrid naik 24 persen, sementara registrasi untuk mobil plug-in hybrid naik 5,3 persen.
Jika ditotal, ketiga jenis mobil listrik ini mendominasi 76,2 persen dari total registrasi kendaraan baru di Uni Eropa pada September kemarin. Sementara itu, penjualan mobil berbasis BBM justru menurun cukup drastis.
Mobil berbahan bakar bensin turun 20,6 persen, sementara mobil berbahan bakar solar turun 28,2 persen pada periode yang sama.
Pada penjualan bulan lalu, merek otomotif China mencatatkan peningkatan penjualan. Chery dan BYD dilaporkan mencatatkan peningkatan penjualan dua hingga tiga kali lipat. Sementara Geely dan SAIC mencatatkan peningkatan penjualan lebih dari 33 persen dan 23 persen.
Keempat brand EV China ini menguasai pangsa pasar mobil di Uni Eropa dengan persentase sebesar 14,6 persen, naik dari 9,6 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, registrasi untuk kendaraan buatan Eropa justru menurun.
Volkswagen mencatatkan penurunan penjualan hingga 2,9 persen, penjualan Renault turun 0,7 persen, lalu Stellantis mencatatkan penurunan hingga 4,5 persen. Pangsa pasar ketiga merek Eropa ini mencapai 43,7 persen, turun dari 48,4 persen.
(Nadya Kurnia)