Pengguna KRL Jabodetabek Naik 5,7 Persen Jadi 303,79 Juta per Oktober 2026
Jumlah pengguna Commuter Line atau KRL Jabodetabek terus mengalami peningkatan.
IDXChannel - Jumlah pengguna Commuter Line atau KRL Jabodetabek terus mengalami peningkatan. PT KAI Commuter mencatat total volume pengguna mencapai 303,79 juta orang sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Angka tersebut meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 287,29 juta orang.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, peningkatan jumlah pengguna tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, khususnya dari wilayah penyangga menuju Jakarta.
Untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat, KAI Commuter saat ini mengoperasikan 89 rangkaian kereta atau trainset untuk melayani 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja.
"Menjaga konsistensi headway dan melakukan rekayasa pola peredaran rangkaian kereta merupakan strategi dalam melayani pengguna Commuter Line," ujar Purnomo dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan data KAI Commuter, peningkatan jumlah pengguna terjadi di seluruh lintas layanan. Lintas Bogor masih menjadi penyumbang volume penumpang terbesar dengan total 133,78 juta orang sepanjang Januari-Oktober 2026, tumbuh 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selanjutnya, lintas Cikarang mencatatkan volume pengguna sebanyak 74,88 juta orang atau meningkat 6,1 persen. Sementara itu, lintas Rangkasbitung melayani 68,09 juta orang, naik 6,7 persen.
Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi di lintas Tangerang dengan jumlah pengguna mencapai 24 juta orang atau meningkat 7,1 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2025.
Secara bulanan, volume pengguna KRL pada Oktober 2026 tercatat sebanyak 32.312.018 orang. Jumlah tersebut meningkat 1,68 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 31.776.933 orang.
Menghadapi peningkatan mobilitas tersebut, KAI Commuter melakukan penyesuaian pola peredaran sarana dengan mengoperasikan rangkaian kereta berformasi 8 kereta (SF8), 10 kereta (SF10), dan 12 kereta (SF12).
Saat ini, sebanyak 22 trainset dioperasikan dengan formasi SF8, kemudian 34 trainset dengan formasi SF10, serta 33 trainset dengan formasi SF12.
Purnomo menjelaskan, pengaturan pola operasi tersebut dilakukan dengan menyesuaikan tingkat okupansi pengguna di masing-masing lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga konsistensi waktu tunggu antarkereta atau headway.
(Dhera Arizona)