News

Peneliti Sebut El Niño Dapat Akibatkan 451.000 Kematian yang Berkaitan dengan Cuaca Panas

Kurnia Nadya 25/09/2026 15:47 WIB

Climate Impact Lab menggunakan riset mengenai hubungan antara suhu dengan jumlah kematian berlebih pada 24.378 wilayah.

Peneliti Sebut El Niño Dapat Akibatkan 451.000 Kematian yang Berkaitan dengan Cuaca Panas. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Climate Impact Lab University of Chicago memproyeksikan bahwa gelombang panas akibat pola musim El Niño dapat mengakibatkan 451.000 kematian yang berkaitan dengan serangan panas di seluruh dunia. 

Dampak gelombang panas yang tak biasa dari tahun-tahun sebelumnya telah dirasakan oleh penduduk negara-negara Eropa. Seperti diketahui, banyak warga berbondong-bondong membeli pendingin ruangan karena sengatan panas yang tak lazim. 

Fenomena gelombang panas ini diumumkan pada Juni dan diperkirakan mencapai puncaknya tahun ini, adalah salah satu musim panas terkuat dalam catatan. 

Meskipun negara-negara Eropa ramai mengeluhkan hawa panas yang tak biasa, Climate Impact Lab justru mengatakan bahwa negara-negara berkembang mengalami dampak terberat dari kasus-kasus kematian yang berkaitan dengan serangan panas. 

Wilayah Sahel di Afrika diperkirakan dapat mencatat 66.800 kasus kematian akibat serangan panas bila dibandingkan dengan angka kematian normal pada tahun-tahun sebelumnya. Wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja juga masuk dalam proyeksi Climate Impact Lab. 

Jumlah total kematian berkaitan dengan serangan panas di Asia Tenggara diperkirakan dapat mencapai lebih dari 38.000 kasus. Sementara di India diperkirakan mencapai 15.800 kasus dan di Brasil mencapai 13.300 kasus. 

Climate Impact Lab memproyeksikan suhu daratan Bumi akan naik 1,2 derajat Celsius di atas suhu normal pada bulan-bulan berikutnya, mayoritas disebabkan oleh El Niño. Sehingga, hawa panas yang terasa dapat lebih panas 44 persen dari hawa di tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk membuat proyeksi tingkat kematian ini, Climate Impact Lab menggunakan riset mengenai hubungan antara suhu dengan jumlah kematian berlebih pada 24.378 wilayah, dengan mempertimbangkan suhu lokal dan kerapuhan wilayah terkait. 

Climate Impact Lab kemudian mengombinasikan temuan tersebut dengan prediksi suhu jarak jauh untuk mengestimasi jumlah kematian berlebih yang mungkin disebabkan oleh El Niño dan membandingkannya dengan rata-rata pada periode 1996-2025. 

Selain Climate Impact Lab, Prancis sebelumnya juga memperkirakan jumlah kematian berlebih (excess deaths) yang berkaitan dengan sengatan panas. Pemerintah Prancis mencatat jumlah kematian berlebih mencapai 8.000 kasus. 

Sebagai perbandingan, Prancis melaporkan kasus kematian berlebih yang berkaitan dengan cuaca panas pada Juni-September tahun lalu sebanyak 5.722 kasus. 


(Nadya Kurnia)

SHARE