News

Pemerintah Targetkan 590 Sekolah Rakyat Dibangun hingga 2029, 93 Sekolah Permanen Telah Didirikan

Binti Mufarida 21/09/2026 17:24 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai sekitar 100 sekolah setiap tahunnya hingga target 590 sekolah pada 2029.

Pemerintah Targetkan 590 Sekolah Rakyat Dibangun hingga 2029, 93 Sekolah Permanen Telah Didirikan. (Foto: KSP)

IDXChannel—Pemerintah menargetkan sebanyak 590 Sekolah Rakyat berdiri di seluruh Indonesia hingga 2029. Target tersebut menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan saat ini sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah didirikan pada tahap kedua. Selain itu, terdapat 66 Sekolah Rakyat yang diusulkan untuk tahap ketiga yang telah siap.

“Tujuannya adalah agar anak-anak itu semuanya sekolah, tidak ada yang putus sekolah. Sehingga yang desil 1 sampai desil 5 yang putus sekolah, bahkan anak-anak jalanan, ini mendapat fasilitas yang luar biasa,” ujar Dudung saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Senin (21/9/2026).

Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai sekitar 100 sekolah setiap tahunnya hingga target 590 sekolah pada 2029.

Dalam kunjungannya, Dudung meninjau langsung proses pendidikan, ruang kelas, dan asrama yang digunakan para siswa. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan sekaligus melihat hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi,” ujar Dudung.

Dudung mengatakan hasil peninjauan di lapangan akan dikomunikasikan dengan kementerian terkait apabila ditemukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Saat ini kita akan meninjau secara langsung bagaimana proses pendidikannya, dan kalau misalnya ada hal-hal yang kurang tentunya saya akan komunikasikan dengan kementerian yang terkait,” katanya.

Menurut Dudung, program pendidikan tersebut merupakan bagian dari persiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah juga menyiapkan program pendidikan lainnya, termasuk sekolah unggulan dan Sekolah Garuda.

“Konsentrasinya Bapak Presiden adalah untuk menuju Indonesia Emas 2045. Jadi, bibit-bibit unggul ini betul-betul dipersiapkan. Kita mampu bersaing dengan negara luar,” kata Dudung.

Dia menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.

“Ke depannya dengan sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang juga mumpuni, insyaallah 2045 bonus demografi ini akan menjadi modal utama bagi kita untuk semakin maju bangsa ini,” pungkasnya.

(Nadya Kurnia)

SHARE