News

Lima Korban Jiwa Akibat Gempa M 7,7 NTT, Istana Sampaikan Duka Mendalam

Riyan Rizki Roshali 15/08/2026 13:13 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita pemerintah atas gempa bumi dengan M 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lima Korban Jiwa Akibat Gempa M 7,7 NTT, Istana Sampaikan Duka Mendalam. (Foto Riyan Rizki/IMG)

IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita pemerintah atas gempa bumi dengan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga menimbulkan peringatan dini tsunami.

“Pertama-tama tentunya kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap adanya beberapa yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Negara, Sabtu (15/8/2026).

Pras menjelaskan, setelah mendapat laporan adanya gempa, pihaknya sudah melapor ke Presiden Prabowo Subianto dan berkoordinasi dengan jajaran terkait.

“Kami tadi pagi juga sudah melapor kepada Bapak Presiden, dan kami berkoordinasi dengan Menteri, Menko PMK, kemudian kami juga tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, kemudian dengan Kepala BMKG,” ujar dia. 

Dia menegaskan, pemerintah pusat, daerah dan lembaga terkait melakukan langkah-langkah mitigasi, tanggap darurat secara cepat.

“Tadi pagi sudah sempat berkomunikasi langsung dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk sekali lagi kita semua, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat, tanggap darurat cepat, untuk terutama segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian,” katanya.

Saat ini, kata Pras, seluruh pihak masih fokus pada mitigasi penyelamatan. “Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan apabila misalnya warga masyarakat terdampak rumahnya mungkin tidak dapat lagi ditempati, kami juga tadi sudah diskusikan,” ujarnya.

“Mungkin tadi Bapak Gubernur juga melaporkan telah berkoordinasi dengan kepala daerah-kepala daerah dari kurang lebih empat-lima kabupaten yang terdampak,” kata dia.

Sebelumnya, Istana menyatakan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kesiagaan seluruh unsur dalam menghadapi situasi awal pascakejadian di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk diketahui, gempa dengan kekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga menimbulkan peringatan dini tsunami.

"Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini," kata Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Prasetyo mengajak masyarakat untuk mendoakan warga NTT yang terdampak gempa tersebut.

"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," ujar dia.

Sebelumnya, gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia di Sikka.

Pusat gempa berada di koordinat 8.41 LS, 121.39 BT atau 30 km Timur Laut Nagekeo, NTT dengan kedalaman 15 km.

Terbaru, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir.

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa M 7,7, tanggal 15 Agustus 2026 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG di akun X-nya.

(Dhera Arizona)

SHARE