Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Tanah Longsor di Trenggalek
Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
IDXChannel—Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan serta bantuan sesuai kebutuhan.
"Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar penanganan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Bantuan logistik tersebut dikirim pada Jumat (30/10) melalui Gudang Kemensos di Sentra Terpadu Kartini Temanggung menuju Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 300 paket makanan siap saji, 200 paket lauk pauk siap saji, 32 paket kidsware, 50 paket family kit, 50 lembar kasur, 75 lembar selimut, 50 lembar tenda gulung, serta 32 paket peralatan dapur keluarga.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya keluarga yang rumahnya terdampak bencana maupun masyarakat yang membutuhkan dukungan selama masa tanggap darurat.
Diketahui, banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Munjungan setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Trenggalek sejak Kamis (29/10) hingga Jumat (30/10). Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Tengah, sedangkan tanah longsor menerjang lima desa, yakni Masaran, Munjungan, Craken, Karangturi, dan Sobo.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 38 rumah warga terdampak longsor dengan tingkat kerusakan bervariasi. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka, sementara dua kepala keluarga (KK) dari Desa Sobo mengungsi ke rumah saudara terdekat.
Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.
"Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama dan gotong royong seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, pendamping, hingga masyarakat," ujarnya.
Saat ini, masyarakat setempat telah bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah dan lingkungan permukiman. Kemensos juga terus berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Timur serta Sentra Terpadu Kartini di Temanggung untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan.
Sementara itu, pendataan kerusakan rumah warga masih diperlukan. Usulan dari pemerintah daerah akan menjadi dasar untuk ditindaklanjuti melalui pemberian bantuan program Bahan Bangunan Rumah (BBR), sesuai ketentuan dan hasil verifikasi.
(Nadya Kurnia)