News

Kawasan Gunung Rinjani Terbakar Seluas 30 Hektare, Tidak Ada Korban Jiwa

Binti Mufarida 09/08/2026 14:12 WIB

Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait.

Kawasan Gunung Rinjani Terbakar Seluas 30 Hektare, Tidak Ada Korban Jiwa. (Foto: BNPB)

IDXChannel—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (7/8/2026), sekitar pukul 20.00 WITA. 

Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait.

Berdasarkan laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran terjadi di kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

“Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektare, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2026).

Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan sebanyak 22 personel dikerahkan untuk melakukan penanganan dan pemadaman pada Jumat malam. 

Tim gabungan dari TN Gunung Rinjani, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), masyarakat, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta Pemadam Kebakaran Lombok Timur bersama-sama memantau dan menangani titik api, serta berkoordinasi terkait perkembangan penanganan karhutla.

Sementara itu, kata Aam, pada Sabtu (8/8/2026) pukul 01.30 WITA, api berhasil dikendalikan. Sebelum meninggalkan lokasi, tim melakukan pemeriksaan pada area yang telah ditangani untuk memastikan tidak terdapat titik api aktif yang masih terpantau.

“Sebagai langkah lanjutan, tim akan melakukan mopping up atau penyisiran dan pemadaman terhadap sisa material yang masih berpotensi menyala kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman sekaligus mencegah terjadinya penyalaan ulang. Tim gabungan juga terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan pelaporan perkembangan penanganan di lokasi,” tutupnya.


(Nadya Kurnia)

SHARE