Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, DPR Minta Pemerintah dan Maskapai Penuhi Hak Penumpang
Keputusan maskapai untuk menunda, membatalkan, atau mengalihkan penerbangan adalah langkah yang sangat penting demi menjaga keselamatan nyawa penumpang.
IDXChannel - DPR RI meminta pemerintah dan maskapai untuk memenuhi hak penumpang yang gagal terbang karena penundaan atau pembatalan penerbangan karena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri memandang bahwa situasi ini menciptakan keresahan semua pihak karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan, keselamatan, hingga terganggunya berbagai rencana penting mereka.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Karhutla bukan hanya soal lingkungan, tetapi ini menyangkut nafas, kenyamanan, dan keselamatan saudara-saudara kita. Ketika asap tebal menyelimuti dan ribuan penerbangan terdampak, ada banyak sekali masyarakat yang harus menunda pertemuan dengan keluarga, urusan kesehatan, hingga pekerjaan yang mendesak,” kata Irine (13/10/2026).
Irine memahami bahwa keputusan maskapai untuk menunda, membatalkan, atau mengalihkan penerbangan adalah langkah yang sangat penting demi menjaga keselamatan nyawa penumpang.
Dia mengimbau agar pemerintah dan pihak maskapai memberikan pelayanan yang lebih antisipatif dan responsif dalam mengelola dampak gangguan operasional ini.
“Dalam situasi yang serba tidak pasti akibat cuaca dan asap, masyarakat sangat membutuhkan update berkala berupa informasi yang jelas, cepat, dan menenangkan. Kami berharap maskapai dan otoritas bandara dapat memberikan pendampingan yang baik terkait perubahan jadwal serta memastikan hak-hak penumpang terpenuhi dengan baik,” katanya.
“Karena itu, koordinasi antara Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah daerah sangatlah dibutuhkan agar masyarakat merasa tetap terlayani dengan baik di tengah musibah ini,” lanjutnya.
Dia mengajak semua pihak untuk menjadikan musibah ini sebagai refleksi bersama guna melindungi masyarakat dari kejadian serupa di masa depan. Ia menekankan perlunya pencegahan dari hulu ke hilir dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat betapa berharganya udara bersih dan kelancaran mobilitas warga. Penanganan terbaik adalah dengan menjaga dan mencegah sejak dini sebelum kebakaran dan titik api meluas. Upaya deteksi dini dan edukasi di wilayah rawan harus kita perkuat dengan roadmap yang jelas,” kata dia.
Irine juga memberikan apresiasi dan dorongan semangat kepada seluruh tim di lapangan, mulai dari Pemda, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan masyarakat, yang terus berjuang memadamkan api.
“Persoalan karhutla ini adalah tanggung jawab lintas sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Mari kita satukan langkah, bukan sekadar untuk memulihkan jadwal transportasi, tetapi demi memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, dari total 1.673 penerbangan yang terdampak, sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan, 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan.
Langkah penyesuaian operasional penerbangan ini terpaksa dilakukan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, sebagai bentuk upaya perlindungan maskapai terhadap keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
(Nur Ichsan Yuniarto)