KAI Commuter Lintas Bogor Kembali Layani 392 Perjalanan per Hari
Penambahan ini dilakukan setelah satu rangkaian KRL CLI-225 selesai menjalani General Check Up dan kembali dioperasikan untuk melayani pengguna.
IDXChannel - KAI Commuter kembali menambah empat perjalanan Commuter Line Bogor, sehingga total perjalanan di lintas tersebut kembali menjadi 392 perjalanan per hari.
Penambahan ini dilakukan setelah satu rangkaian KRL CLI-225 selesai menjalani General Check Up dan kembali dioperasikan untuk melayani pengguna.
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA bersama KAI Commuter telah menyelesaikan General Check Up pada satu rangkaian KRL iE305 atau seri CLI-225 milik KAI Commuter pada Sabtu (19/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem dan komponen utama untuk memastikan aspek keselamatan, keandalan, dan fungsi sarana berada dalam kondisi optimal.
Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan pengujian selesai, rangkaian tersebut telah diserahkan kembali kepada KAI Commuter untuk digunakan dalam pelayanan Commuter Line.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, usai perawatan menyeluruh pada rangkaian CLI-225, KAI Commuter secara bertahap kembali mengoperasikan rangkaian yang telah selesai perawatan untuk melayani pengguna di lintas Bogor.
“Dengan pengoperasian rangkaian yang telah selesai perawatan mulai Senin 21 September 2026 besok perjalanan Commuter Line lintas Bogor ditambah kembali sebanyak empat perjalanan sehingga total perjalanan di seluruh lintas kembali normal sebanyak 1.065 perjalanan yang sebelumnya hanya 1.061 perjalanan mulai 10 september kemarin,” kata Karina.
Menurut dia, penambahan empat perjalanan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut masyarakat yang menggunakan Commuter Line Bogor sebagai sarana mobilitas sehari-hari.
Sehingga mulai Senin (21/9/2026), total perjalanan Commuter Line lintas Bogor kembali menjadi 392 perjalanan per hari.
Karina menambahkan, KAI Commuter masih memberlakukan rekayasa peredaran sarana, khususnya di lintas Tanjung Priok.
Pengoperasian rangkaian commuter line yang telah selesai perawatan itu belum menggantikan kembali pengoperasian sarana Commuter Line di lintas Tanjung Priok yang saat ini menggunakan rangkaian Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta.
“Untuk layanan perjalanan Commuter Line Bandara Soetta juga masih dilakukan penyesuaian, dengan masih melayani perjalanan sementara sebanyak 52 perjalanan tiap harinya,” jelasnya.
Berdasarkan data volume pengguna pada awal pekan di lintas Bogor, sebelum pelaksanaan perawatan rangkaian, jumlah pengguna Commuter Line mencapai lebih dari 492 ribu orang per hari. Saat awal perawatan rangkaian dilakukan, rata-rata pengguna yang terlayani tercatat lebih dari 440 ribu orang per hari atau turun 10,6 persen.
Setelah dilakukan pengaturan pola peredaran sarana, jumlah pengguna yang terlayani kembali meningkat menjadi lebih dari 454 ribu orang per hari.
“Dengan pengoperasian kembali 4 perjalanan Commuter Line Bogor diharapkan memberikan ruang gerak pengguna untuk kembali menyesuaikan perjalanannya. Terutama pada awal minggu yang merupakan hari dengan volume tertinggi,” tambah Karina.
Sementara itu, Senior Manager Corporate Communications and Representative Office PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menyampaikan proses General Check Up terhadap enam trainset lainnya masih berlangsung secara bertahap.
“Satu trainset telah menyelesaikan seluruh tahapan General Check Up dan sudah kami serahkan kembali kepada KAI Commuter untuk digunakan dalam pelayanan. Selanjutnya, dua trainset ditargetkan selesai pada minggu keempat September, dua trainset berikutnya pada akhir September atau awal Oktober, dan dua trainset terakhir pada akhir minggu pertama Oktober,” kata Nanang.
Pelaksanaan General Check Up dilakukan bersama KAI Commuter, KAI, serta stakeholder terkait dengan melibatkan tim engineering dan quality assurance INKA. Proses pemeriksaan berlangsung di dua fasilitas overhaul, yakni Depok dan Manggarai.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna Commuter Line atas ketidaknyamanan selama proses ini berlangsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menuntaskan seluruh tahapan pemeriksaan dengan tetap menjaga standar keselamatan dan keandalan sarana,” kata Nanang.
(Nur Ichsan Yuniarto)