News

Istana Minta Menko PMK hingga BNPB Pastikan Penanganan Dampak Gempa M 7,7 di NTT

Riyan Rizki Roshali 15/08/2026 12:20 WIB

Istana menyatakan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kesiagaan seluruh unsur dalam menghadapi situasi awal pascakejadian di NTT.

Istana Minta Menko PMK hingga BNPB Pastikan Penanganan Dampak Gempa M 7,7 di NTT. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Istana menyatakan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kesiagaan seluruh unsur dalam menghadapi situasi awal pascakejadian di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk diketahui, gempa dengan kekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga menimbulkan peringatan dini tsunami.

"Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini," kata Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Prasetyo mengajak masyarakat untuk mendoakan warga NTT yang terdampak gempa tersebut.

"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," ujar dia.

Sebelumnya, gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia di Sikka.

Pusat gempa berada di koordinat 8.41 LS, 121.39 BT atau 30 km Timur Laut Nagekeo, NTT dengan kedalaman 15 km.

Terbaru, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir.

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa M 7,7, tanggal 15 Agustus 2026 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG di akun X-nya.

(Dhera Arizona)

SHARE