News

Israel Gelar Pemilu, Netanyahu Ditantang Mantan Panglima Militer

Wahyu Dwi Anggoro 27/10/2026 11:45 WIB

Israel menggelar pemilihan parlemen pada Selasa (27/10/2026) yang akan menentukan nasib Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Israel Gelar Pemilu, Netanyahu Ditantang Mantan Panglima Militer. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Israel menggelar pemilihan parlemen pada Selasa (27/10/2026) yang akan menentukan nasib Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dilansir dari Anadolu Agency, Netanyahu bersaing ketat dengan Gadi Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel yang kini memimpin kubu oposisi.

Pemilihan ini akan menjadi yang pertama sejak serangan 7 Oktober 2023 dan invasi Israel di Jalur Gaza, serta konfrontasi militer dengan Lebanon dan Iran.

Ini juga akan menjadi pemilu Israel pertama yang diadakan sesuai jadwal sejak 1988, setelah beberapa dekade di mana pemerintahan berturut-turut kolaps sebelum menyelesaikan masa jabatan empat tahun mereka.

Sekitar 7,3 juta orang berhak memilih, termasuk sekitar 1,2 juta warga Palestina di Israel.

Sebagian besar tempat pemungutan suara akan dibuka pukul 7 pagi dan ditutup pukul 10 malam. Hari pemilihan adalah hari libur nasional.

Tiga puluh tujuh partai bersaing memperebutkan kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang. Koalisi pemerintahan membutuhkan dukungan setidaknya 61 anggota parlemen.

Di bawah sistem perwakilan proporsional Israel, pemilih memilih partai, bukan kandidat individu. Partai harus mengamankan setidaknya 3,25 persen suara sah untuk masuk parlemen.

Tidak ada partai yang pernah memenangkan mayoritas mutlak di Knesset, sehingga negosiasi koalisi menjadi penentu siapa yang akan menjadi perdana menteri.

Survei terakhir yang dirilis oleh tiga stasiun televisi utama Israel menempatkan partai sentris Yashar pimpinan Eisenkot sedikit di atas Likud pimpinan Netanyahu.

Yashar diproyeksikan memenangkan 22 hingga 23 kursi, dibandingkan dengan 19 hingga 21 untuk Likud.

Ketiga survei tersebut memproyeksikan blok Netanyahu akan memenangkan 50 kursi, sementara blok oposisi diperkirakan mengamankan antara 52 dan 56 kursi.

Partai-partai Arab diproyeksikan memenangkan 14 hingga 16 kursi.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa baik Netanyahu maupun Eisenkot tidak memiliki jalan yang jelas untuk mencapai mayoritas 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Memenangkan jumlah kursi terbanyak tidak secara otomatis menentukan siapa yang menjadi perdana menteri.

Presiden Isaac Herzog akan berkonsultasi dengan partai-partai sebelum memberikan tugas membentuk pemerintahan kepada anggota parlemen yang dianggap paling mungkin menguasai mayoritas parlemen. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE