Influenza A Ramai Diperbincangkan, Kemenkes Tegaskan Kenaikan Kasus Tak Signifikan
Kemenkes menilai maraknya kasus influenza A saat ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga menjadikan kasus tersebut sebagai kasus per musim.
IDXChannel—Kasus influenza A saat ini tengah ramai diperbincangkan di media sosial dan dikabarkan meningkat. Hal itu menjadi perbincangan setelah banyak netizen di media sosial mengeluhkan kondisi gejala sakit pada anak yang diduga merupakan gejala influenza A.
Gejala yang nampak seperti biasa saja pada influenza A menjadi satu kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengungkapkan bahwa kasus influenza A memang mengalami kenaikan di beberapa kota.
Namun, ia menegaskan bahwa secara nasional, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan dan masih bisa terkendali.
“Secara nasional, kenaikannya tidak terlalu signifikan, lonjakannya tidak terlalu melonjak tajam begitu. Mungkin di beberapa daerah iya. Jadi secara nasional tuh masih aman, terkendali untuk yang influenza-influenza tadi, gitu sih sebenarnya,” kata Aji saat diwawancarai di Kawasan Menteng, Jakarta.
Menurutnya, kasus tersebut yang diperbincangkan di media sosial banyak terjadi pada anak-anak. Anak-anak menjadi kelompok rentan terkena influenza A, termasuk juga balita dan lansia.
“Nah, yang ada lonjakan yang banyak di media sosial itu kan influenza anak-anak terutama. Ya, yang rentan memang kepada anak-anak, terutama balita. Makanya kasusnya juga banyak di sana, lansia juga gitu. Jadi itu yang harus menjadi perhatian bersama,” tambah dia.
Ia menilai bahwa maraknya kasus influenza A saat ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga menjadikan kasus tersebut sebagai kasus per musim.
“Ini memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya nih 2025–2026, dia memang seasonal flu. Jadi ada musim-musimnya, ada waktu-waktunya. Memang tadi saya bilang kalau kasusnya secara umum influenza juga meningkat, karena tadi memengaruhi lingkungan kita,” jelas Aji.
Beberapa kasus tersebut diantaranya seperti, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan serta paparan abu vulkanik yang sempat terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
“Jadi misalnya sekarang karena ada faktor karhutla, ada kekeringan, ada erupsi, kemarin sempat ada erupsi, memang itu ada faktor ke sana. Dan ini memengaruhi lah ya, terutama untuk kelompok-kelompok rentan nih, anak-anak, lansia,” lanjut dia.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan yang menangani kasus tersebut juga cenderung sedikit yang mengalami lonjakan. Sementara sisanya masih bersiaga dan mencukupi kebutuhan pelayanan.
“Tapi kan memang di sisi pelayanan relatif karena memang hanya di satu dua mungkin rumah sakit yang penuh gitu, kan bisa juga yang lain masih bisa siap siaga. Puskesmas kita siapkan, rumah sakit, klinik, segala macam. Itu saya pikir masih saat ini daya tampungnya kapasitas untuk melayani kasus-kasus influenza di beberapa daerah masih mencukupi,” beber Aji.
Meski kasus ini secara nasional belum terjadi lonjakan yang cukup signifikan, ia mengimbau masyarakat agar tetap melakukan berbagai langkah pencegahan. Seperti meningkatkan imun tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, menggalakkan aktivitas fisik serta memakai masker dan menjaga jarak jika mengetahui orang terdekat sedang sakit.
“Tentu gimana cara mencegahnya? Ya, perkuat imun tubuh, makan bergizi, cukup istirahat, kemudian aktivitas fisik, dan juga kalaupun yang sakit dan nggak sakit, ketika mungkin di sekitarnya ada yang lagi nggak sakit tapi di sekitarnya ada yang sakit, tentu dijaga, kita pakai masker atau menjaga jarak,” imbau dia.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar anak-anak yang mungkin tengah sakit atau diduga mengalami gejala Influenza A agar tidak sekolah terlebih dahulu dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika sakit tersebut dirasa semakin parah.
“Kalau yang sakit, sementara mungkin tidak sekolah dulu atau tidak bekerja dulu kalau memang berat. Dan kalau memang semakin berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani,” pungkas Aji.
(Nadya Kurnia)