News

Empat Petugas Meninggal Saat Padamkan Karhutla di Bromo 

Binti Mufarida 17/10/2026 16:03 WIB

Api merambat masuk ke kawasan TNBTS dan mencapai lokasi yang memiliki medan terjal serta sulit dijangkau.

Empat Petugas Meninggal Saat Padamkan Karhutla di Bromo 

IDXChannel - Empat petugas meninggal saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa kejadian kebakaran bermula pada Selasa 13 Oktober 2026, ketika petugas menerima informasi dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14.23 WIB mengenai kebakaran ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83 dan berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas TNBTS menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meminta bantuan personel. Sejumlah warga bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngadirejo, turut melakukan pemadaman pada hari tersebut," tulis Kemenhut dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026),

"Mengingat lokasi yang jauh dari sumber air dan sulit dijangkau dengan mesin penyemprot air, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat gebyok,” lanjut Kemenhut.

Dalam perkembangan selanjutnya, api merambat masuk ke kawasan TNBTS dan mencapai lokasi yang memiliki medan terjal serta sulit dijangkau.

Namun demikian akhirnya upaya pemadaman berhasill memadamkan api pada hari Rabu 14 Oktober 2026 pukul 11.45. Petugas kemudian melakukan pemantauan hingga malam dan memastikan sudah tidak api maupun asap lagi.

Pada Kamis 15 Oktober 2026, pukul 09.20 dari Posko Karhut Cemoro Lawang terlihat asap tebal di lokasi hari sebelumnya. Empat petugas jaga segera menuju lokasi dan berusaha memadamkan.

Mengingat besarnya api, petugas meminta tambahan dukungan personil yang kemudian meluncur menuju lokasi termasuk petugas dari pemegang Perijinan Berusaha Sarana Wisata Alam (PSWA) PT Mitra Indo Permai (MIP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk melakukan penyekatan terhadap api yang menjalar masuk di kawasan Mentigen, Kabupaten Probolinggo.

“Tim kemudian dibagi 2 regu di sebelah kiri dan kanan api untuk melakukan penyekatan agar api tidak meluas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba angin kondisi kebakaran disertai angin kencang menyebabkan enam personel terjebak di tengah api yang menyala. Lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena lokasinya berlawanan dengan arah api,” katanya.

Setelah api mereda dilakukan upaya pencarian terhadap petugas yang terjebak, dan pada pukul 13.30 WIB tiga personel ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Ketiganya yakni Sukaris, PNS Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I, Bidang PTN Wilayah I, BB TNBTS Kemenhut; Wisnu Yuda Pratama, staf PT Mitra Indo Permai; Sefriel Ardiansyah, staf PT Mitra Indo Permai. Serta satu personel terluka parah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Tongas untuk dilakukan perawatan intensif.

“Namun demikian setelah dirawat sekitar 3 jam, yang bersangkutan atas nama Hendra Rony Wagiyanata, Manggala Agni TNBTS Kementerian Kehutanan dinyatakan meninggal dunia,” tulis keterangan tersebut.

Korban meninggal dievakuasi bersama dengan pihak Polres Probolinggo dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Tongas untuk proses visum. Sementara itu, dua personel lainnya mengalami luka bakar berat.

Korban dirujuk ke Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, atas nama Munawi, Masyarakat Peduli Api (MPA); dan Suraji - DW Security, PT Mitra Indo Permai.

Kemenhut pun menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban yang telah menunjukkan pengabdian dan keberanian dalam upaya melindungi kawasan hutan dari kebakaran.

“Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Kehutanan, para petugas pemadaman, relawan, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” kata dia.

“Kementerian Kehutanan menghormati pengabdian seluruh korban yang telah berjuang dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Semangat pengabdian mereka menjadi pengingat akan pentingnya melindungi hutan sekaligus memastikan keselamatan setiap orang yang bertugas menjaganya," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE