News

Dua WNI Terluka Akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Riyan Rizki Roshali 14/10/2026 13:40 WIB

Dua WNI tersebut sudah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib

Dua WNI Terluka Akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh

IDXChannel - Dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan di Arab Saudi. Keduanya telah mendapat perawatan medis.

“Kementerian Luar Negeri Arab Saudi telah menyampaikan informasi resmi bahwa terdapat dua Warga Negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026,” tulis KBRI Riyadh dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).

Dalam keterangan yang disampaikan, dua WNI tersebut sudah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. 

“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama,” ujarnya.

Lebih jauh, KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Arab Saudi agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan.

“Serta mematuhi arahan otoritas setempat serta terus memonitor informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh,” katanya.

Sebelumnya, Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid Riyadh menyusul serangan mematikan oleh gerakan Houthi Yaman dalam beberapa hari terakhir. Otoritas Saudi tidak menyebutkan kapan layanan akan kembali beroperasi. 

Satu sumber di sektor penerbangan mengatakan penutupan tersebut akan tetap berlaku setidaknya hingga hari Kamis.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan penangguhan diperpanjang untuk memungkinkan penyelesaian pemeriksaan yang diperlukan guna memastikan keamanan fasilitas bandara dan kesiapan operasionalnya.

Seorang sumber senior di industri penerbangan yang mengawasi penerbangan ke wilayah Teluk mengatakan bandara akan tetap ditutup hingga akhir pekan kerja Arab Saudi, berdasarkan pesan yang dikirimkan ke perusahaan sumber tersebut pada hari Senin.

"Kami diberi tahu bahwa penangguhan akan berlanjut setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan," ujar sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan terminal 3 dan 4 mengalami kerusakan parah. Seorang pejabat senior jaringan metro Riyadh mengatakan pihak berwenang telah memutuskan menangguhkan layanan kereta api menuju tiga stasiun yang melayani bandara tersebut.

Sejumlah maskapai penerbangan Arab telah mengumumkan penangguhan atau pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional King Khalid.

Maskapai Gulf Air asal Bahrain pada hari Senin menyatakan telah membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga hari Sabtu.

Dalam pernyataan, maskapai tersebut menyebutkan penerbangan dari dan menuju Riyadh dibatalkan mulai 12 Oktober hingga tengah malam tanggal 17 Oktober 2026.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE