News

Dua Tahun Kemendikdasmen: Revitalisasi 55 Ribu Sekolah dan Kucurkan Tunjangan Guru Rp16 Triliun

Zakky Mubarok Santosa 27/10/2026 13:01 WIB

Kemendikdasmen menyatakan telah merevitalisasi 55.451 bangunan sekolah sepanjang kurun waktu 2025–2026 atau dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dua Tahun Kemendikdasmen: Revitalisasi 55 Ribu Sekolah dan Kucurkan Tunjangan Guru Rp16 Triliun. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan telah merevitalisasi 55.451 bangunan sekolah sepanjang kurun waktu 2025–2026 atau dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan dihadirkan untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu bagi seluruh pelajar Indonesia. 

“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Selain itu, Abdul mengatakan, pemulihan sekolah terdampak bencana tanah longsor dan banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran yang telah direvitalisasi. 

"Penanganan bencana lainnya, revitalisasi telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran atau 99,73 persen. Pemerintah mengalokasikan Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," katanya. 

Dalam bidang digitalisasi, kata dia, Kemendikdasmen juga menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah, internet bagi 8.152 sekolah, dan pendampingan pemanfaatan PID bagi 126.097 sekolah. 

Dia menjelaskan, dalam peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, hingga September 2026, penyaluran tunjangan guru dan tenaga kependidikan non-ASN mencapai Rp16,64 triliun untuk 890.280 penerima. 

"Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-ASN menjadi Rp2 juta dan insentif menjadi Rp400 ribu per bulan," kata Abdul. 

Program Indonesia Pintar (PIP) yang pada 2025 menjangkau sekitar 19 juta murid dengan anggaran Rp13,43 triliun. 

Di sisi lain, sebanyak 13,3 juta murid mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan pembelajaran koding serta AI diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan di 20.167 sekolah. 

Lebih jauh, pemerataan akses pendidikan didukung melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang pada 2025 menjangkau 50,43 juta murid. Angka partisipasi sekolah usia 7–18 tahun mencapai 93,13 persen, sedangkan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjangkau 4.616 murid.

(Dhera Arizona)

SHARE