DPRD Sahkan Perubahan APBD DKI Jakarta Jadi Rp79,56 Triliun
Perubahan APBD 2026 menjadi Rp79,56 triliun, turun dari APBD murni 2026 sebesar Rp81,32 triliun.
IDXChannel—DPRD DKI Jakarta melalui rapat paripurna menyetujui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, pada Selasa (22/9/2026).
Perubahan APBD 2026 menjadi Rp79,56 triliun, turun dari APBD murni 2026 sebesar Rp81,32 triliun. Sebelum disahkan, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menyampaikan bahwa paripurna ini dihadiri 74 anggota Dewan, yang artinya rapat dinyatakan kuorum.
"74 orang Dewan hadir, melebihi batas minimal untuk kuorum. Dengan demikian, maka rapat paripurna ini dinyatakan kuorum," kata Baco ketika memimpin rapat paripurna, Selasa (22/9).
Ia kemudian meminta persetujuan peserta rapat, apakah Raperda Perubahan APBD 2026 disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda. Pertanyaan itu pun disambut setuju oleh seluruh anggota Dewan yang hadir.
"Kami ingin menanyakan kepada kuorum rapat paripurna Dewan yang terhormat ini, apakah Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2023 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dapat disetujui," tanya Baco.
Usai disahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota Dewan atas ketelitian dalam menelaah seluruh substansi materi Raperda perubahan APBD 2026 ini.
Seluruh masukan atas pembahasan ini, akan menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Semangat kemitraan dan sinergi yang telah terjalin baik antara Eksekutif dan Legislatif, kiranya dapat terus diperkuat dan dioptimalkan untuk menghasilkan berbagai program kerja strategis yang bermanfaat bagi masyarakat Jakarta," kata Rano.
Dengan disetujui perubahan APBD ini, Rano berharap perekonomian Jakarta pada tahun ini akan terus meningkat. Serta seluruh program dan kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.
"Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan petunjuk dan bimbingannya dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global dan Pusat Perekonomian yang Berdaya Saing, Berkelanjutan, dan Menyejahterakan Seluruh Warganya," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)