News

Cegah Karhutla, Menhut Sebut Prabowo Beri Perhatian Khusus ke Ekosistem Gambut

Felldy Utama 24/09/2026 23:08 WIB

Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ekosistem gambut dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Cegah Karhutla, Menhut Sebut Prabowo Beri Perhatian Khusus ke Ekosistem Gambut (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ekosistem gambut dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026) sore ini. Ratas secara spesifik membahas masalah lahan gambut.

Menhut menyampaikan bahwa Ratas ini berfokus pada enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla yang berbasis gambut, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Saya kira sangat baik sekali Bapak Presiden punya concern soal gambut. Mungkin nanti kita akan diskusikan dan nanti saya sampaikan hasil ratas nanti ke teman-teman," kata Menhut di Istana Kepresidenan Jakarta.

Secara umum, ia menyampaikan data berkaitan dengan tren titik panas (hotspot) di enam provinsi prioritas tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan. Ia memaparkan, Provinsi Riau bahkan sudah nihil titik panas selama tiga hari terakhir. Sementara itu, Jambi mencatat penurunan dari 6 titik menjadi 1 titik, Sumatera Selatan dari 17 turun menjadi 11 titik, dan Kalimantan Selatan turun dari 68 menjadi 23 titik.

Kendati demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar di beberapa wilayah, terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat yang mengalami kenaikan jumlah titik panas. 

Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot meningkat dari 643 menjadi 673 titik, yang dinilai masih sangat tinggi. Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Barat, di mana jumlah titik panas naik dari 50 menjadi 167 titik.

"Saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel," ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE