News

BNPB Imbau Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah, Mulai Banjir hingga Tanah Longsor

Binti Mufarida 31/10/2026 09:45 WIB

Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah provinsi dan pulau di Indonesia.

BNPB Imbau Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah, Mulai Banjir hingga Tanah Longsor (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, mulai dari banjir, angin kencang, hingga tanah longsor. 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah provinsi dan pulau di Indonesia.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Berton dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Untuk mengantisipasi banjir, Berton meminta masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air serta melakukan susur sungai dengan supervisi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

"Warga juga perlu mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk minimal tiga hari," kata Berton.

Selain itu, pengecekan infrastruktur, bendungan, dan kondisi sungai juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak hujan dengan intensitas tinggi. Langkah tersebut penting agar potensi bahaya dapat diketahui lebih awal dan penanganan bisa segera dilakukan.

Untuk mengantisipasi angin puting beliung dan angin kencang, masyarakat diimbau memperkuat konstruksi atap rumah serta memangkas ranting pohon yang berada di sekitar rumah dan ruang publik.

"Warga diminta menghindari berlindung di dekat objek berbahaya, seperti papan reklame dan pohon yang berpotensi tumbang," ujar Berton.

Adapun untuk mengantisipasi tanah longsor, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi apabila terjadi hujan lebat dalam durasi panjang. 

"Kemudian, identifikasi tanda-tanda bahaya longsor seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai," tutur Berton.

BNPB meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan wilayah rawan bencana dan memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana penanggulangan bencana. 

BNPB memperkirakan potensi cuaca ekstrem dengan status siaga berupa hujan lebat hingga sangat lebat bisa terjadi di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

"Status waspada berupa potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di seluruh wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua," katanya.


(kunthi fahmar sandy)

SHARE