BMKG Sebut Wilayah Karhutla Berpeluang Diguyur Hujan hingga 300 Mm
Pada enam provinsi prioritas penanganan karhutla, curah hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, yakni berkisar 50–300 milimeter.
IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah yang menjadi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpeluang mengalami peningkatan curah hujan mulai awal November 2026.
Prakirawan BMKG, Wahyu Argo, mengatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, terutama Sumatera bagian utara hingga tengah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta sebagian Papua Barat dan Papua.
Wahyu menjelaskan, pada enam provinsi prioritas penanganan karhutla, curah hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, yakni berkisar 50–300 milimeter per dasarian pada dasarian I November.
“Pada enam provinsi prioritas penanganan karhutla, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan, curah hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, berkisar 50–300 mm per dasarian pada dasarian I November. Curah hujan tersebut diprakirakan meluas dan meningkat pada dasarian berikutnya,” kata Wahyu, Sabtu (17/10/2026).
“Sementara itu, wilayah Papua diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan mulai dasarian II November, dengan kisaran 50–150 mm per dasarian, yang diprakirakan terus meningkat hingga Desember 2026,” lanjutnya.
Peningkatan curah hujan diprediksi mulai terjadi pada awal November 2026 dan meluas secara bertahap hingga mencapai puncak musim hujan pada Desember.
Dalam sepekan ke depan, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih diprakirakan didominasi kondisi kering. Meski demikian, potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah.
"Terutama Sumatera bagian utara hingga tengah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta sebagian Papua Barat dan Papua,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)