News

Begini Kronologi Rombongan Jurnalis Hilang Kontak hingga Jasad ABK Ditemukan

Putranegara Batubara 23/09/2026 18:24 WIB

Polri berhasil mengangkut rombongan jurnalis hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau

Begini Kronologi Rombongan Jurnalis Hilang Kontak hingga Jasad ABK Ditemukan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kapolda Banten Irjen Hengki memaparkan bahwa, pada Senin, 7 September 2026, lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang menuju lokasi tempat erupsi Gunung Anak Krakatau guna melaksanakan peliputan aktivitas erupsi yang sedang terjadi ketika itu.

Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku Kapten Kapal, ⁠Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), ⁠Heriyanto (49) selaku guide, ⁠M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), ⁠Arie Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (Jurnalis Inews), Anadolu Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (Freelance).

"Berikutnya dengan kegiatan tanggal 7 September tersebut, keluarga melaporkan kehilangan keluarganya yang belum kembali setelah tanggal 7-nya berangkat untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Hengki dalam jumpa pers di Banten, Rabu (23/9/2026). 

Sehari berselang, tepatnya Selasa, 8 September 2026, Satpolair Polres Pandeglang menerima laporan dari Jurnalis Antara Banten, Bayu, soal rombongan pewarta itu telah hilang kontak.

Operasi pencarian digelar dan penemuan mayat di Bengkulu

Hengki menjelaskan, selama 10 hari proses pencarian tim SAR gabungan tidak menemukan hasil apapun. 

Namun, di hari kelima pencarian, Sabtu 12 September, Polda Banten menerima informasi dari Polda Bengkulu ditemukan mayat seorang pria atau Mr X -sebutan ketika belum teridentifikasi- di Pulau Enggano, Bengkulu. 

"Oleh karenanya dengan ada penemuan tersebut, berdasarkan dari pengalaman beberapa tahun yang lalu, ada yang juga ada tiga yang pernah penyelam dan salah satunya ditemukan di daerah Bengkulu," ujar Hengki.

Menurut Hengki, Bid Dokkes Polda Banten langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. Sehingga, jenazah tersebut diamankan dan diterbangkan ke RS Bhayangkara Bengkulu untuk proses identifikasi. 

"Diamankan dalam artian jenazah atau mayat tadi diamankan dari Pulau Enggano dibawa dengan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu," tutur Hengki.

Tim Dokkes Banten mengirimkan antemortem dan postmortem dari seluruh keluarga rombongan tersebut. 

"Dari delapan keluarga, antemortem delapan anggota keluarga Aru Padatu 1 yang hilang, ada satu jenazah Mr. X tadi telah dilakukan pemeriksaan oleh Pusdokkes Polri cq. Kepala Bidang Laboratorium DNA Pusdokkes Polri," kata Hengki. 

Ketika ditemukan, jenazah tersebut ciri-cirinya menggunakan celana pendek hitam, tinggi kurang lebih 163 Cm, umur kurang lebih 50 tahun. Tim DVI pun melakukan identifikasi melalui data primer meliputi sidik jari, gigi, dan DNA.

"Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.ENGGANO/01 itu kode jenazah Mr. X tadi, teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah yang ada di sebelah kanan sebagai putra kandung dari Bapak Surahman ABK Kapal Aru Padatu 1 yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026," ujar Hengki. 

(kunthi fahmar sandy) 

SHARE