News

Bantu Padamkan Karhutla, Menteri Pertahanan Lepas Pasukan Bela Diri Jepang

Dwinarto 01/10/2026 03:38 WIB

Bantuan Pemerintah Jepang untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat resmi berakhir.

Bantu Padamkan Karhutla, Menteri Pertahanan Lepas Pasukan Bela Diri Jepang (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Bantuan Pemerintah Jepang untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat resmi berakhir. 

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melepas secara langsung Japan Self-Defense Force (JSDF) atau Pasukan Bela Diri Jepang di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Rabu (30/9/2026) siang.

Prosesi pelepasan pasukan dilaksanakan di atas geladak kapal perang pengangkut LST-4003 JS Kunisaki milik militer Jepang yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Multi Purpose Kijing. Pengawalan dan pengamanan ketat selama kegiatan berlangsung dikawal langsung oleh personel Kodim 1201/Mempawah.

Dalam momen pelepasan tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin turut menyerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada para personel JSDF atas pengabdian dan kontribusi nyata mereka selama menjalankan misi kemanusiaan di tanah air.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas kontribusi personel Japan Self-Defense Force dalam kerja sama yang telah dilaksanakan bersama Indonesia. Semangat kerja sama dan persahabatan kedua negara harus terus dijaga dan dikembangkan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan kebencanaan,” tutur Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memimpin upacara.

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, serta jajaran pejabat Kementerian Pertahanan dan TNI.

Misi pemadaman darurat ini berfokus pada wilayah lahan gambut dan kawasan rawan karhutla di Kalimantan Barat. 

Dalam misi ini, militer Jepang mengerahkan tiga unit helikopter angkut berat CH-47 Chinook yang dibawa langsung menggunakan kapal perang JS Kunisaki dari Pelabuhan Kure, Prefektur Hiroshima, sejak 30 Agustus 2026 dan bersandar di Kijing pada 10 September 2026.

Operasi udara resmi dimulai sejak 16 September 2026 dan diakhiri pada Selasa (29/9/2026) berdasarkan instruksi Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi. Pengakhiran misi diputuskan setelah bantuan militer Jepang dinilai berhasil mencegah meluasnya kebakaran hutan.

Hingga 28 September 2026, ketiga helikopter CH-47 Chinook telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pengeboman air (water-bombing) dengan menjatuhkan sekitar 220 ton air ke titik-titik api.

Adapun area yang menjadi sasaran utama operasi pemadaman udara antara lain kawasan Pontianak serta Kabupaten Ketapang, khususnya di Desa Pagar Mentimun (Kecamatan Matan Hilir Selatan) dan wilayah Kecamatan Kendawangan.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton SP Panjaitan, Ph.D. BNPB menilai kehadiran satgas udara JSDF sangat membantu Satgas Udara Indonesia dalam mengendalikan karhutla di lahan gambut.

Misi ini mencatatkan sejarah baru bagi Jepang karena menjadi pertama kalinya militer mereka menerjunkan operasi pemadaman karhutla pada misi luar negeri. Kerja sama ini sekaligus memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Jepang di bidang pertahanan, latihan bersama, hingga penanggulangan bencana kemanusiaan.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE