News

13 Unit Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Terdaftar di Sistem Barang Milik Negara

Felldy Utama 28/09/2026 13:21 WIB

Barang-barang hingga botol yang diduga merupakan minuman keras yang ditemukan saat sidak Ombudsman RI merupakan milik.

13 Unit Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Terdaftar di Sistem Barang Milik Negara

IDXChannel - Rumah dinas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong ternyata tidak tercatat di Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi XIII DPR RI, Senin (28/9/2026).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas Mashudi menyampaikan bahwa di lokasi tersebut, total ada 16 unit rumah dinas. Sebanyak tiga unit rumah dinas tercatat di SIMAK BMN.

“Terhadap 13 bangunan rumah dinas yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan belum tercatat dalam SIMAK BMN, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap aspek administrasi, status aset, dan pemanfaatan,” kata Mashudi dalam rapat.

Dia menambahkan, barang-barang hingga botol yang diduga merupakan minuman keras yang ditemukan saat sidak Ombudsman RI merupakan milik Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Adi Nugroho Nur.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, televisi, perabotan rumah tangga, sofa, springbed, serta kulkas berisi 3 botol wiski dan 1 botol bir merupakan barang milik pribadi Kasi Kamtib,” katanya.

Sementara bingkai foto yang terlihat saat sidak Ombudsman milik warga binaan Jimmy Masrin. Ia mengklaim barang itu sebelumnya diamankan dalam kegiatan razia keamanan.

“Terkait area SAE (sarana asimilasi dan edukasi) bangunan yang dinilai menyerupai penginapan kontainer merupakan kantor operasional kegiatan penggemukan sapi yang dibangun melalui APBN 2026, serta mess wisma peristirahatan pegawai melalui APBN tahun 2017,” katanya.

Sementara area diduga simulator golf, lanjut dia, berdasarkan pemeriksaan sementara merupakan fasilitas yang sedang disiapkan menjadi loker.

“Sedang lahan SAE yang diduga sebagai tempat parkir merupakan alternatif ketika area parkir utama penuh,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE