MARKET NEWS

WSBP Siapkan 4 Langkah Penuhi Sisa Kewajiban CFADS, dari Penagihan Piutang hingga Efisiensi

Shifa Nurhaliza Putri 30/09/2026 16:10 WIB

Langkah tersebut tetap mengacu pada ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Waskita Beton Precast I dan II.

WSBP Siapkan 4 Langkah Penuhi Sisa Kewajiban CFADS, dari Penagihan Piutang hingga Efisiensi. (Foto: Istimewa)

IDXChannel - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memenuhi sisa kewajiban Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) setelah menunda pembayaran kupon ke-8 Obligasi Waskita Beton Precast I Tahun 2022 dan Obligasi Waskita Beton Precast II Tahun 2022 yang jatuh tempo pada 25 September 2026.

Perseroan menargetkan ketersediaan CFADS untuk memenuhi pembayaran kupon tersebut dalam waktu paling lambat 90 hari. Langkah tersebut tetap mengacu pada ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Waskita Beton Precast I dan II.

Untuk memenuhi sisa kewajiban CFADS, WSBP menyiapkan empat langkah strategis. Pertama, memastikan proses produksi atas kontrak yang sedang berjalan tetap dilakukan untuk mendukung kelangsungan bisnis perseroan.

Kedua, WSBP akan menjalin komunikasi secara proaktif dengan pelanggan guna memastikan penerimaan kas dari piutang usaha. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan arus kas masuk di tengah penerimaan piutang yang belum mencapai target.

Ketiga, perseroan mengevaluasi opsi penyelesaian piutang dengan pelanggan, termasuk menempuh upaya hukum yang tersedia dan terukur terhadap piutang usaha yang telah jatuh tempo. Keempat, WSBP mengimplementasikan program efisiensi beban usaha untuk menjaga arus kas perseroan.

Penundaan pembayaran kupon tersebut terjadi di tengah tekanan likuiditas WSBP akibat penerimaan kas atas piutang usaha dari pelanggan yang belum mencapai target serta kenaikan harga material. Kondisi tersebut berdampak terhadap kecukupan CFADS perseroan.

Di sisi operasional, WSBP tetap menjalankan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan suplai produk beton precast dan readymix ke sejumlah proyek. Proyek tersebut antara lain Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Tangguh UCC On Shore Project Papua, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, serta New Priok Eastern Access (NPEA).

Selain menyuplai produk beton, WSBP juga tengah menyelesaikan pekerjaan konstruksi pada sejumlah proyek, di antaranya pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali dan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate.

WSBP menyatakan akan berkoordinasi dengan Wali Amanat untuk menempuh langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi. Perseroan juga menyatakan tetap menjaga keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada pemegang saham serta pemangku kepentingan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE