MARKET NEWS

Wall Street Ditutup Menguat, Rencana IPO Anthropic Dorong Saham Teknologi dan AI

Rahmat Fiansyah 27/10/2026 06:10 WIB

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/10/2026) tersengat rencana IPO Anthropic.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/10/2026) tersengat rencana IPO Anthropic. (Foto: FT)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/10/2026). Indeks S&P 500 dan Nasdaq bangkit setelah melemah selama dua pekan berturut-turut, didorong sentimen positif dari rencana penawaran umum perdana saham (IPO) Anthropic.

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) tersebut mencatat kerugian besar di tengah pertumbuhan pendapatan yang pesat dalam prospektus IPO-nya. Anthropic berambisi membangun sistem AI yang mampu mengubah perekonomian global, meskipun pengembangan teknologinya membutuhkan biaya besar. Rencana IPO ini muncul ketika volatilitas pasar membuat sejumlah perusahaan menunda pencatatan saham.

Berdasarkan data awal, indeks S&P 500 naik 53,35 poin atau 0,70 persen menjadi 7.677,03. Nasdaq Composite menguat 214,02 poin atau 0,83 persen ke level 26.169,38, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 146,60 poin atau 0,28 persen menjadi 52.361,76.

Chief Investment Officer RWA Wealth Partners, JP Powers menilai, pengajuan IPO Anthropic membantu meningkatkan optimisme investor. Namun, pasar masih akan mencermati respons investor ketika perusahaan tersebut benar-benar melantai di bursa, terutama di tengah sejumlah katalis yang berpotensi memicu pergerakan pasar sepanjang pekan ini.

“Perhatian pasar hari ini tertuju pada pengumuman Anthropic sehingga sentimen kembali sedikit optimistis. Namun, ada banyak hal dalam pengajuan tersebut yang perlu dicermati. Akan menarik untuk melihat respons pasar ketika perusahaan itu benar-benar melantai di bursa,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Saham-saham semikonduktor dan perusahaan terkait cip menjadi salah satu pendorong penguatan Wall Street. Indeks semikonduktor Philadelphia naik sekitar 3 persen pada Senin, meskipun masih terkoreksi hampir 12 persen sepanjang bulan ini. Saham perusahaan teknologi fotonik, Lumentum dan Coherent, juga termasuk saham dengan kinerja terbaik di indeks S&P 500.

Sentimen terhadap sektor AI turut membaik setelah Meta mengumumkan rencana menghimpun dana hingga USD95 miliar untuk mendukung ekspansi AI, termasuk pembangunan pusat data, kapasitas komputasi awan, dan infrastruktur lainnya. Sebelumnya, saham-saham terkait AI tertekan kekhawatiran bahwa belanja besar yang dibiayai utang akan semakin sulit dibenarkan di tengah kenaikan biaya pinjaman.

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar dan saham pertumbuhan juga menguat. Tesla mencatat level intraday tertinggi dalam lebih dari tiga bulan setelah Barclays menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi overweight dari equal-weight. Sektor teknologi memimpin penguatan di antara 11 sektor utama S&P 500.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, disusul data pertumbuhan ekonomi dan inflasi pada Kamis. Lebih dari sepertiga perusahaan dalam indeks S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon.com. Kinerja ketiga perusahaan tersebut akan dicermati untuk menilai apakah investasi besar pada AI mulai menghasilkan pertumbuhan bisnis.

Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu hanya sebesar 12,7 persen. Kendati demikian, tekanan inflasi yang belum mereda membuat investor menilai bank sentral AS belum tentu mempertahankan suku bunga tanpa perubahan dalam waktu lama. Investor juga bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS pada 3 November yang akan menentukan kendali Kongres.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE