MARKET NEWS

Wall Street Ditutup Lebih Rendah Karena Kekhawatiran Pemborosan Dana AI

Kunthi Fahmar Sandy 31/10/2026 06:58 WIB

Wall Street ditutup melemah. Saham-saham AS anjlok pada hari Jumat, dengan Nasdaq mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 5 Juni.

Wall Street Ditutup Lebih Rendah Karena Kekhawatiran Pemborosan Dana AI (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street ditutup melemah. Saham-saham AS anjlok pada hari Jumat, dengan Nasdaq mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 5 Juni menyusul hasil kuartalan dari Intel dan Amazon. 

Dilansir dari laman Reuters Sabtu (31/10/2026), hal ini memperparah kekhawatiran yang kian berkembang terkait pengeluaran besar-besaran perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI).

Ketiga indeks utama saham AS melemah, di mana Nasdaq merosot 2,9 persen. Indeks yang didominasi oleh saham-saham teknologi ini telah turun 7,8 persen dari rekor penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 6 Oktober.

Aksi jual di sektor teknologi dipicu oleh hasil kuartalan yang mengecewakan dari Intel (INTC.O) dan Amazon (AMZN.O) yang dirilis pada Kamis malam. Meskipun Amazon berhasil mengurangi kerugian seiring berjalannya sesi perdagangan, saham Intel justru anjlok sebesar 28,6 persen.

Saham perusahaan chip mengalami penurunan tajam; Nvidia (NVDA.O) turun 4,2 persen, sementara AMD (AMD.O) merosot 10,9 persen. Indeks sektor cip secara keseluruhan (.SOX) terkoreksi 7,2 persen, sehingga mencatatkan penurunan bulanan lebih dari 15 persen.

Sementara itu, Produsen server, Dell (DELL.N) dan HP (HPQ.N), masing-masing mencatat penurunan sebesar 10,8 persen dan 9,6 persen.

"Bisa dikatakan bahwa minggu ini sebagian besar berfokus pada masa depan AI dan seperti apa bentuknya nanti, apakah akan ada imbal hasil investasi yang positif, dan jika ya, seberapa cepat hal itu akan terwujud," ujar Oliver Pursche, Wakil Presiden Senior di Wealthspire Advisors, New York.

"Perusahaan-perusahaan yang mampu menunjukkan kinerja baik dan memenuhi ekspektasi yang sangat tinggi berhasil mencatatkan hasil yang memuaskan," tutur Pursche. 

Sementara itu, perusahaan yang gagal memenuhi harapan atau tidak mampu mengeksekusi rencana sesuai ekspektasi justru mendapatkan sentimen negatif.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE