Volatilitas Pasar Tinggi, Sekuritas Ini Bantu Investor Pantau Aliran Dana Volume Besar
market radar dapat turut membantu investor dalam memitigasi risiko, sekaligus mencermati setiap peluang yang tersedia, di tengah tingginya volatilitas.
IDXChannel - Sentimen yang datang dari manuver Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia masih menjadi tekanan utama yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus betah di zona merah.
Ditambah dengan sentimen lain, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, hingga tren peningkatan inflasi di level global, praktis membuat pasar saham domestik terus dibayangi tekanan, yang membuat pergerakan dana menjadi sengat dinamis, dengan kecenderungan mengalir ke luar (capital outflow) dalam jumlah besar.
"Arus data pasar yang deras ini kerap membuat investor sulit memilah pergerakan harga saham mana saja yang layak diperhatikan," ujar Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, dalam keterangan resminya, Minggu (1/11/2026).
Karenanya, menurut Ricki, pihaknya sengaja menghadirkan fitur Market Radar yang tersedia dalam aplikasi Tuntun, baik dalam versi mobile maupun desktop, guna membantu investor memantau setiap adanya transaksi besar, order book, dan pergerakan harga saham secara real-time dengan kriteria sinyal yang terbuka.
Dengan adanya layanan fitur tersebut, Tuntun Sekuritas berharap dapat turut membantu investor dalam memitigasi risiko, sekaligus mencermati setiap peluang yang tersedia, di tengah tingginya volatilitas yang terjadi di pasar saham domestik.
"Fitur (Market Radar Tuntun) fokus menyoroti aktivitas yang menonjol, seperti transaksi bernilai besar dan aktivitas di pasar negosiasi, yang kerap dicermati investor sebagai jejak pergerakan dana besar atau smart money," ujar Ricki.
Dengan begitu, investor dapat terbantu dalam membaca arus pasar dengan lebih cepat dan terstruktur sebelum melakukan analisis sendiri.
Nantinya, setiap sinyal akan muncul, lengkap dengan waktu kejadian, kode saham, harga, persentase perubahan, serta nilai atau volume transaksinya.
Dengan demikian, investor selanjutnya dapat memilih saham yang dipantau, mulai dari seluruh saham, watchlist, portofolio, hingga saham tertentu, dengan ambang setiap sinyal juga bisa disesuaikan lewat menu Settings, dan arus sinyal juga dapat dijeda kapan saja.
"Setiap sinyal di fitur ini memiliki kriteria yang jelas, sehingga investor tahu persis mengapa sebuah saham muncul di radar," ujar Ricki.
Ricki menjelaskan, pihaknya telah menghadirkan fitur market radar ini sejak Juni 2026, dengan kesadaran bahwa saat pasar bergerak cepat, maka yang paling dibutuhkan investor bukan sekadar sinyal berbasis tebakan, namun sebuah kejelasan informasi.
Dengan demikian, investor dapat melihat secara real time di mana aktivitas beli dan jual besar benar-benar terjadi, tanpa harus memantau layar trading sepanjang hari.
(taufan sukma)