Transaksi Nego Jumbo Kembali Terjadi di BYAN, Nilainya Tembus Rp1,12 Triliun
Transaksi jumbo kembali terjadi pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/10/2026).
IDXChannel – Transaksi jumbo kembali terjadi pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/10/2026). Kali ini, nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,12 triliun dengan volume 1 juta lot saham (100 juta saham) pada harga rata-rata Rp11.200 per unit.
Berdasarkan data perdagangan, volume pembelian tercatat sebanyak 1.000.010 lot atau 100.001.000, dengan nilai transaksi Rp1,12 triliun. Harga rata-rata transaksi mencapai Rp11.200 per saham, di kisaran harga pasar saat ini.
Menurut data pasar reguler, saham BYAN ditutup di angka Rp11.300 per unit, naik 0,44 persen secara harian.
Transaksi tersebut tercatat di pasar negosiasi. Namun, belum ada penjelasan siapa di balik transaksi tutup sendiri (crossing tersebut).
Besarnya nilai transaksi ini kembali menempatkan BYAN dalam sorotan setelah sebelumnya saham emiten batu bara tersebut mencatat transaksi negosiasi bernilai puluhan triliun rupiah.
Pada Rabu (7/10/2026), transaksi negosiasi BYAN tercatat mencapai sekitar Rp26,10 triliun dengan volume 10,084 miliar saham pada harga Rp2.588 per saham.
Volume tersebut sama persis dengan jumlah saham yang akan diakuisisi oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Haji Isam.
Dalam keterbukaan informasi pada 6 Oktober 2026, BYAN mengungkapkan bahwa Jhonlin Baratama menambah jumlah saham yang akan diakuisisi menjadi 10.084.088.370 saham, dari sebelumnya 10.000.000.500 saham.
Perubahan tersebut tertuang dalam perubahan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026.
Meski demikian, transaksi negosiasi pada 14 Oktober ini memiliki nilai dan harga rata-rata yang berbeda dari transaksi jumbo pada pekan sebelumnya.
Data yang tersedia belum cukup untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat maupun keterkaitan transaksi terbaru tersebut dengan rencana akuisisi saham oleh Jhonlin Baratama. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.