MARKET NEWS

TINS Peroleh Fasilitas Pinjaman Rp4 Triliun dari Bank Mandiri (BMRI), Ini Tujuannya

Rahmat Fiansyah 23/10/2026 23:00 WIB

PT Timah Tbk (TINS) memperoleh fasilitas kredit senilai Rp4 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

PT Timah Tbk (TINS) memperoleh fasilitas kredit senilai Rp4 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Timah Tbk (TINS) memperoleh fasilitas kredit senilai Rp4 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kebutuhan modal kerja di tengah kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE-SDA).

Fasilitas kredit berjangka 12 bulan tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan pendanaan operasional tetap terpenuhi, termasuk kegiatan penambangan, pengolahan timah, hingga pengiriman ekspor. Dengan fasilitas ini, perseroan dapat menjaga kelancaran arus kas tanpa mengganggu pemenuhan kewajiban penempatan devisa hasil ekspor sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk, Fina Eliani mengatakan, fasilitas pembiayaan dari Bank Mandiri menjadi instrumen untuk memperkuat likuiditas dan meningkatkan efisiensi keuangan perseroan.

“Bagi PT Timah, fasilitas pembiayaan ini memberikan manfaat strategis ganda: pertama, memastikan kepatuhan penuh terhadap ketentuan penempatan devisa ekspor nasional; kedua, menjaga ketersediaan modal kerja harian agar operasional penambangan, efisiensi rantai pasok, dan pemenuhan kontrak ekspor global tetap berjalan tanpa jeda likuiditas,” ujar Fina dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).

Fasilitas tersebut memiliki plafon Rp4 triliun dengan skema revolving pada tingkat limit, sedangkan penarikan dananya menggunakan skema non-revolving dengan tenor 3-12 bulan. Jangka waktu penarikan disesuaikan dengan jatuh tempo instrumen DHE-SDA perseroan.

Skema tersebut memungkinkan PT Timah mengatur kebutuhan pendanaan sesuai jadwal arus kas dan kewajiban penempatan devisa ekspor. Dengan demikian, perseroan dapat menjaga ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional tanpa harus mengandalkan kas internal sepenuhnya.

Selain menjaga likuiditas, fasilitas kredit tersebut diharapkan membantu perseroan mengoptimalkan biaya pendanaan serta mendukung kelancaran kegiatan operasional tambang dan fasilitas pengolahan, termasuk fasilitas peleburan TSL Ausmelt dan logistik pengapalan ekspor.

Perseroan juga menyebut fasilitas tersebut diberikan tanpa agunan aset khusus. Menurut Fina, skema pembiayaan tersebut mencerminkan kepercayaan perbankan terhadap kelayakan kredit dan tata kelola perusahaan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE