MARKET NEWS

Telkom (TLKM) Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap II, Transaksi Capai Rp49,9 Triliun

Rohman Wibowo 30/09/2026 20:58 WIB

Pengalihan aset tersebut tidak serta-merta menambah aliran kas masuk secara langsung pada buku keuangan induk usaha.

Telkom (TLKM) Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap II, Transaksi Capai Rp49,9 Triliun (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menuntaskan pemisahan (spin-off) bisnis dan infrastruktur jaringan wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dengan nilai Rp49,9 triliun. 

Aksi korporasi ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (30/9/2026).

"Hari ini Telkom telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen dalam RUPSLB atas aksi korporasi pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua ke InfraNexia. Memang benar nilainya sekitar Rp50 triliun, tepatnya Rp49,9 triliun dari aksi korporasi spin-off ini," ujar Dirut Telkom Nanang Hendarno dalam konferensi pers di kantor Telkom, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Manajemen menegaskan, pengalihan aset tersebut tidak serta-merta menambah aliran kas masuk secara langsung pada buku keuangan induk usaha. Langkah reorganisasi ini murni restrukturisasi kepemilikan aset di bawah payung grup usaha yang sama demi memacu efisiensi dan transparansi pengelolaan jaringan.

"Angka tersebut bukan pendapatan ataupun penerimaan kas langsung bagi Telkom, melainkan aset yang tetap berada di bawah kendali Telkom. Dampak terhadap pendapatan dan profitabilitas tidak terjadi otomatis, melainkan bergantung pada kualitas eksekusi, pertumbuhan pelanggan eksternal, efisiensi operasional, dan disiplin operasi," tutur Nanang.

Secara strategis, aksi korporasi ini merupakan bagian integral dari peta jalan transformasi TLKM 3.0, khususnya pada pilar ketiga yakni pelepasan nilai. Penyatuan aset infrastruktur pasif ini diproyeksikan membuka ruang komersialisasi yang lebih luas bagi pelaku industri telekomunikasi nasional melalui skema berbagi infrastruktur.

"Inisiatif ini bagian implementasi strategi TLKM 3.0 pilar ketiga tentang unlocking value untuk monetisasi aset bernilai tinggi dan mengoptimalkan pengelolaan melalui InfraNexia. Dengan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom kini resmi dikelola InfraNexia, peluang memperluas infrastructure sharing dan kemitraan strategis terbuka semakin lebar untuk mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia," kata Nanang.

Di samping memonetisasi infrastruktur jaringan, pemisahan bisnis tahap kedua ini turut memperkuat empat pilar transformasi Telkom secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, keunggulan operasional, hingga penataan portofolio bisnis. Reorganisasi ini memfasilitasi perubahan model bisnis Telkom menuju perusahaan induk strategis yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri telekomunikasi global.

"Langkah ini merupakan transisi Telkom dari operating holding menjadi strategic holding dengan model HoldCo dan OpCo agar masing-masing entitas bergerak lebih agile dengan lini usaha yang terkonsentrasi. Ke depan, kami berharap InfraNexiadapat menjadi katalis sumber pendapatan Telkom Group, menciptakan pertumbuhan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi kuat terhadap penciptaan nilai bagi pemegang saham," kata Nanang.

(DESI ANGRIANI)

SHARE