SMKM Perpanjang Tenggat Akuisisi PanAsia Aquaculture hingga Juni 2027
Perpanjangan tenggat waktu dilakukan setelah proses restrukturisasi internal PAA membutuhkan waktu tambahan.
IDXChannel - PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memperpanjang batas waktu penyelesaian pengambilalihan PanAsia Aquaculture Pte Ltd (PAA) hingga 30 Juni 2027.
Transaksi senilai USD100 juta tersebut ditargetkan rampung lebih cepat, paling lambat pada kuartal I-2027. Perpanjangan tenggat waktu dilakukan setelah proses restrukturisasi internal PAA membutuhkan waktu tambahan.
Ini menjadi salah satu syarat penyelesaian transaksi yang telah disepakati SMKM dan Lim Shrimp Org Pte Ltd melalui perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) pada 22 Desember 2025.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (6/10/2026), sejumlah entitas yang akan direstrukturisasi di bawah PAA masih menjalani proses audit dan penilaian oleh pihak independen.
PAA membutuhkan waktu tambahan untuk mengakuisisi aset baru di Indonesia, rencana pengembangan fasilitas pertanian dan akuakultur terintegrasi di Semenanjung Malaysia, ekspansi tambak dan perdagangan udang di Malaysia Timur, serta proyek usaha baru di kawasan Pasifik.
Akuisisi LOH
Selain PAA, SMKM juga tengah memproses pengambilalihan LSO Organization Holdings Pte Ltd (LOH) dengan nilai Rp172,25 miliar.
Transaksi ini sebelumnya dituangkan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Advanced Systems Automation Limited pada 30 Januari 2026.
Penyelesaian audit keuangan dan penilaian independen terhadap LOH menjadi salah satu syarat pendahuluan transaksi.
SMKM menyebut LOH bersama entitas anaknya, yakni Lim Shrimp Organization Limited (LSO BVI), Lim Shrimp Org Sdn Bhd(LSOSB), dan LSO Pacific Pte Ltd (LSO Pacific), berada pada tahapan berbeda dalam penyelesaian audit independen.
Keempat entitas tersebut telah menyelesaikan audit keuangan hingga tahun buku 2025 dan kini dalam proses menyelesaikan audit hingga tanggal cut-off yang ditargetkan pada 2026 untuk kebutuhan pengambilalihan LOH.
Sementara itu, proses penilaian independen terhadap LOH masih berlangsung. Perseroan memperkirakan pengambilalihan LOH juga dapat diselesaikan pada kuartal I-2027, lebih cepat dari rencana sebelumnya, sepanjang tidak terdapat kondisi yang tidak terduga.
Setelah kedua transaksi rampung, SMKM diproyeksikan secara tidak langsung memiliki dan mengendalikan sedikitnya 75-100 persen dari seluruh kegiatan usaha dalam grup perusahaan PAA dan LOH.
Tambah Aset Tambak Udang
Di tengah proses akuisisi, grup PAA juga menambah aset di Indonesia dengan menyelesaikan akuisisi Ark Abundance Pte Ltd (AAPL).
Kemudian pada 20 Juli 2026, AAPL menyelesaikan akuisisi 75 persen saham biasa sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang memiliki properti tambak udang seluas 68,07 hektare atau sekitar 680.700 meter persegi di Indonesia.
PAA saat ini tengah menjajaki peningkatan dan pengembangan properti tersebut untuk kegiatan budidaya udang secara intensif dengan tujuan mengoptimalkan nilai aset.
(DESI ANGRIANI)