Siap Serok Saham Blue Chip, Danantara Terapkan Skema Pengawasan Berlapis
Pandu menjelaskan, akselerasi portofolio investasi diimbangi pilar disiplin finansial ketat serta manajemen keuangan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.
IDXChannel - Danantara Indonesia memastikan penempatan investasi pada pasar modal domestik menjadi salah satu instrumen utama dalam memaksimalkan nilai portofolio aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikelola.
Langkah ini digadang-gadang untuk menangkap peluang keuntungan optimal dari emiten berfundamental kokoh (blue chip) Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah momentum valuasi yang atraktif.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menilai pergerakan harga saham saat ini membuka ruang akumulasi yang sangat menguntungkan bagi kinerja portofolio jangka panjang. Momentum pergerakan pasar dipandang sebagai titik masuk yang tepat untuk menyerap saham-saham berkapitalisasi besar dengan valuasi yang menjanjikan.
"Kami memandang instrumen investasi paling atraktif saat ini adalah pasar saham domestik kita. Pasar menawarkan peluang langka untuk berinvestasi pada sejumlah emiten unggulan blue chip dengan profil risiko dan imbal hasil yang sangat menarik," ujarnya dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dia menerangkan, penetrasi investasi ke pasar ekuitas tersebut dikawal ketat oleh kerangka manajemen risiko dan tata kelola berjenjang demi memitigasi fluktuasi pasar finansial. Danantara mengoperasikan sistem pertahanan tiga lapis, yakni lini pertama pada eksekusi investasi dan operasional, lini kedua pada manajemen risiko serta kepatuhan tata kelola, dan lini ketiga melalui audit internal independen bersama pengawasan dewan komisaris.
Menurutnya, penerapan skema pengawasan berlapis tersebut ditujukan untuk memagari modal negara dari potensi kerugian nilai aset yang tidak terduga. Manajemen memastikan setiap penempatan dana wajib melewati uji kelayakan ketat sebelum dialokasikan ke lantai bursa.
"Pendekatan multi lapis ini diterapkan dalam setiap penelaahan investasi untuk memastikan adanya proteksi risiko penurunan nilai yang kokoh pada seluruh portofolio yang kami kelola," kata Pandu.
Pandu menjelaskan, akselerasi portofolio investasi itu diimbangi oleh pilar disiplin finansial yang ketat serta manajemen keuangan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pada pengelolaan struktur permodalan, Danantara secara ketat menyeimbangkan rasio utang modal dan daya ungkit atau leverage di mana batas rasio utang terhadap ekuitas dipatok maksimal 2,75:1 dan secara tegas menolak rasio yang menyentuh level 4:1.
Selain itu, kata dia, kebijakan likuiditas dijaga melalui ketersediaan cadangan kas yang likuid dan memadai didukung diversifikasi saluran pendanaan, serta perputaran modal dioptimalkan lewat kebijakan reinvestasi dividen yang diperoleh dari entitas BUMN.
Danantara, kata Pandu, menyoroti efektivitas ekspansi pendanaan di pasar surat utang internasional. Kepercayaan pemodal global dinilai solid saat entitas investasi negara ini menerbitkan instrumen obligasi berdenominasi valuta asing perdananya.
"Baru-baru ini kami menerbitkan obligasi global senilai USD1,5 miliar dengan valuasi sangat kompetitif, yakni spread ketat sekitar 30 basis poin di atas imbal hasil obligasi pemerintah. Penerbitan ini bahkan mencetak rekor efisiensi biaya dana untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun," ujar Pandu.
Tingginya minat terhadap surat utang Danantara secara telak menepis anggapan pasar internasional ragu terhadap prospek ekonomi dan aset kelolaan Indonesia. Sebanyak 75 persen basis investor obligasi tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa, di mana investor asal AS sendiri menyerap hingga 52 persen dari total permintaan.
Antusiasme pasar luar negeri terbukti dari penawaran masuk yang melampaui target emisi hingga mencatatkan kelebihan permintaan berlipat ganda. Pengakuan reputasi institusional tersebut kian diperkuat oleh penetapan peringkat utang tertinggi yang disematkan oleh lembaga pemeringkat internasional.
"Penerbitan obligasi ini mengalami oversubscribed hingga hampir empat kali lipat yang menyerap likuiditas investor global secara masif. Selain itu, peringkat kredit Danantara telah diakui setara dengan peringkat sovereign Indonesia oleh tiga lembaga pemeringkat global terkemuka, yakni Moody's, Fitch, dan S&P," kata Pandu.
(Dhera Arizona)