Sempat Kena Trading Halt, IHSG Sesi I Turun Tajam 10,76 Persen ke 5.233
Tekanan jual mendominasi perdagangan di mana sebanyak 809 saham melemah.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 10,76 persen ke level 5.233 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (16/10/2026), di tengah tekanan jual yang meluas di pasar saham.
Pada sesi pembukaan, IHSG turun 8,01 persen ke level 5.393 hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham.
Sesuai ketentuan BEI, trading halt diberlakukan selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak pada rentang 5.193-5.404. Volume perdagangan tercatat mencapai 37,9 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp17,32 triliun dan frekuensi sebanyak 1,34 juta kali transaksi.
Tekanan jual mendominasi perdagangan di mana sebanyak 809 saham melemah, 15 saham menguat dan 139 saham bergerak stagnan.
Seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor bahan baku mencatat penurunan terdalam, yakni 12,96 persen, diikuti sektor energi yang melemah 12,21 persen dan infrastruktur yang turun 12,13 persen.
Sektor industri terkoreksi 10,79 persen, kesehatan turun 10,42 persen, dan konsumer siklikal melemah 10,15 persen. Sementara itu, sektor konsumer non-siklikal turun 9,70 persen, transportasi melemah 9,45 persen, dan properti terkoreksi 9,37 persen.
Adapun sektor keuangan turun 8,22 persen, teknologi melemah 8,32 persen, dan kesehatan tercatat turun 10,42 persen.
Di tengah pelemahan pasar, PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi, yakni 25 persen. Posisi berikutnya ditempati Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) yang menguat 24,93 persen dan Bank Guna Timur Raya (TRUK) yang naik 24,81 persen.
Sebaliknya, saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dan Pt Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMA) menjadi tiga saham dengan penurunan terdalam. Ketiganya masing-masing terkoreksi 15 persen.
(DESI ANGRIANI)