Saham TRUK Disuspensi, SEMA-SMLE Kembali Diperdagangkan
BEI mensuspensi saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) sekaligus mencabut suspensi PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE).
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan suspensi atas saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Selain itu, Bursa juga mencabut suspensi atas saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE).
Pelaksana Harian Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan mengungkapkan, keputusan untuk mensuspensi saham TRUK akibat lonjakan harga yang signifikan secara kumulatif.
Dengan demikian, saham TRUK tidak bisa diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sejak prapembukaan Senin (28/9/2026) hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Bursa Efek Indonesia mengimbau para pemangku kepentingan untuk selalu mencermati seluruh keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan," katanya dalam pengumuman, Senin (28/9/2026).
Saham TRUK naik tajam dan mencetak reli dalam delapan hari perdagangan terakhir. Harga saham perusahaan logistik tersebut menguat 140 persen ke Rp2.580 per saham.
Kenaikan tersebut dipicu oleh rencana akuisisi PT Pukul Rata Kanan terhadap TRUK. Perusahaan investasi milik Gabriel Rey itu mengincar kepemilikan saham 30 persen TRUK melalui skema Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) kepada pemegang saham publik.
Gabriel bermaksud menjadi pengendali baru TRUK untuk menggantikan Budi Gunawan dan Carolina Kusuma. Dalam VTO tersebut, dia menetapkan harga penawaran sebesar Rp740 per saham.
Sementara saham SMLE bisa diperdagangkan mulai hari ini setelah disuspensi selama satu hari perdagangan. Sebelumnya, harga emiten perdagangan makan dan minuman hingga bahan kimia itu melesat 34 persen ke Rp282 hanya dalam empat hari.
Begitu juga dengan saham SMLE yang akhirnya keluar setelah disuspensi selama lima hari. Dalam sebulan terakhir, harga saham produsen manufaktur panel itu melonjak lebih dari 130 persen dalam sebulan terakhir.
(Rahmat Fiansyah)