MARKET NEWS

Saham PACK Reli Berhari-hari, Seberapa Menarik Rights Issue Rp8,2 Triliun?

TIM RISET IDX CHANNEL 26/10/2026 10:52 WIB

Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melanjutkan reli di tengah gejolak pasar saham Indonesia.

Saham PACK Reli Berhari-hari, Seberapa Menarik Rights Issue Rp8,2 Triliun? (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melanjutkan reli di tengah gejolak pasar saham Indonesia.

Investor mencermati rencana rights issue jumbo senilai USD463 juta atau setara Rp8,2 triliun untuk mendanai ekspansi bisnis nikel.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10/2026) pukul 10.33 WIB, saham PACK melonjak 9,41 persen ke Rp442 per unit, memperpanjang kenaikan menjadi lima hari perdagangan beruntun.

Nilai transaksi mencapai Rp148,1 miliar dengan volume 337,9 juta saham.

Namun, kenaikan harga saham belum cukup untuk menyimpulkan bahwa rights issue tersebut menarik secara fundamental.

Investor perlu mencermati valuasi aset yang diakuisisi, potensi laba, serta besarnya dilusi kepemilikan.

Akuisisi Nikel Rp7,14 Triliun

Dalam rights issue kedua, PACK berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mengakuisisi PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) senilai Rp1,40 triliun dan Denway Development Limited (DDL) sebesar Rp5,74 triliun.

Keduanya akan menyerap sekitar Rp7,14 triliun, atau mayoritas dana yang ditargetkan. Sisanya digunakan untuk melunasi pinjaman dan memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan maupun entitas anak.

Bumanik memiliki konsesi tambang nikel seluas 4.778 hektare di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Sementara itu, DDL merupakan perusahaan holding yang memiliki portofolio aset tambang nikel aktif di Indonesia.

Ekspansi ini berpotensi memperbesar basis aset dan meningkatkan kontribusi bisnis nikel terhadap pendapatan PACK.

Namun, nilai transaksi belum cukup untuk menunjukkan bahwa akuisisi tersebut murah atau menguntungkan.

Investor masih perlu mengetahui cadangan ekonomis, kapasitas produksi, biaya penambangan, serta kemampuan kedua perusahaan menghasilkan laba dan arus kas.

Transaksi DDL juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sehingga kewajaran harga akuisisi menjadi perhatian tersendiri.

Laba Bersih Besar, tetapi Operasi Masih Merugi

Kinerja keuangan PACK juga perlu dicermati sebelum investor menilai prospek ekspansinya.

Pada semester I-2026, PACK mencatatkan pendapatan Rp213 miliar dan laba bersih Rp190,7 miliar.

Namun, laba kotor perseroan hanya Rp6,3 miliar, sedangkan rugi usaha mencapai sekitar Rp12,3 miliar.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa laba bersih belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan operasional bisnis.

Investor perlu menelusuri kontribusi pendapatan nonoperasional maupun laba dari investasi dan entitas asosiasi untuk menilai keberlanjutan kinerja tersebut.

Hal ini penting karena ekspansi melalui akuisisi baru akan meningkatkan nilai ekonomi perusahaan apabila aset yang dibeli mampu menghasilkan tambahan laba dan arus kas yang memadai.

Risiko Dilusi hingga 74,6 Persen

Rights issue ini juga membawa risiko dilusi besar. Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan hingga 74,6 persen.

Untuk mendukung pelaksanaan aksi korporasi, PT Eco Energi Perkasa akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga.

Meski demikian, keberadaan pembeli siaga tidak menjamin kenaikan harga saham ataupun keberhasilan ekspansi.

Harga pelaksanaan dan rasio HMETD menjadi faktor penting yang perlu ditunggu.

Tanpa informasi tersebut, investor belum dapat menghitung harga teoretis saham setelah rights issue maupun menilai apakah pelaksanaan haknya ekonomis dibandingkan membeli saham di pasar reguler.

Investor juga perlu mencermati rekam jejak penggunaan dana rights issue sebelumnya.

Pada aksi korporasi pertama yang efektif pada akhir 2025, yakni penawaran Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui rights issue, PACK menghimpun dana bersih sekitar Rp3,25 triliun.

Perkembangan hasil investasi tersebut penting untuk menilai seberapa efektif perseroan mengubah tambahan modal menjadi pertumbuhan laba dan arus kas.

Rights Issue PACK Menarik?

Rights issue PACK menawarkan peluang bagi perseroan untuk memperbesar bisnis nikel, tetapi daya tariknya bergantung pada kualitas aset yang diakuisisi dan harga yang dibayarkan.

Di sisi lain, risiko dilusi yang besar, laba operasional yang masih negatif, serta belum lengkapnya informasi mengenai valuasi aset dan harga pelaksanaan membuat investor perlu berhati-hati.

Karena itu, reli saham PACK selama lima hari belum cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa rights issue ini menarik.

Investor sebaiknya menunggu prospektus final, harga pelaksanaan, rasio HMETD, serta informasi keuangan dan operasional perusahaan target. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE