MARKET NEWS

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS

Anggie Ariesta 06/11/2026 16:36 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026), turun tipis 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp18.089.

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026), turun tipis 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp18.089 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni pasar merespons negatif terhadap kapal-kapal tanker yang mendapat serangan di Timur Tengah karena meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak hari Minggu, dengan frekuensi serangan yang mendekati rekor bulan Oktober, yakni 35 insiden yang melibatkan kapal.

“Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di dekat Yanbu pusat ekspor minyaknya di Laut Merah di tengah berlanjutnya serangan dari kelompok militan Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran.

Prospek geopolitik tetap tidak menentu menyusul pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, di mana Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali atas kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.

Hasil tersebut sempat memicu harapan bahwa tekanan politik dapat mempercepat upaya untuk mengakhiri konflik. Namun, hasil pemilihan tersebut tidak menjamin tercapainya terobosan diplomatik.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, membahas perkembangan terkini dalam upaya diplomatik untuk mendorong stabilitas regional melalui pembicaraan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar, yang mengisyaratkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.

Kekhawatiran mengenai pasokan juga meluas hingga ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia; menurut analisis video Reuters, kilang Ryazan salah satu yang terbesar di Rusia tampaknya menjadi sasaran dalam serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam.

Dari sentimen dalam negeri, kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia meningkat akibat kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memperbesar beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN.

“Di sisi lain, komitmen belanja pemerintah yang besar membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit sehingga menimbulkan perhatian investor terhadap defisit anggaran dan keberlanjutan fiskal,” kata Ibrahim.

Sebagai gambaran, hingga akhir Oktober 2026, harga minyak mentah Indonesia (ICP) telah mencapai USD93 per barel, jauh di atas asumsi APBN. Pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi dari Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun. Hal ini menjadi perhatian investor karena dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan lainnya.

Di sisi lain, arus keluar modal asing yang masih berlanjut menambah tekanan terhadap pasar keuangan. Investor cenderung lebih berhati-hati karena khawatir terhadap pelemahan rupiah, risiko inflasi impor, dan ketahanan fiskal pemerintah.

Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi cukup kuat, kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih sehingga rupiah masih rentan mengalami tekanan.

Persoalan utama saat ini bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi, melainkan bagaimana menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesehatan APBN, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor. Artinya, PDB yang tumbuh tinggi belum tentu langsung membuat rupiah menguat.

Investor juga mempertimbangkan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, serta stabilitas kebijakan ekonomi.

Jika kekhawatiran fiskal terus meningkat dan modal asing masih keluar, rupiah berpotensi tetap tertekan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat cukup kuat.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.080-Rp18.130 per dolar AS.

Sedangkan dalam perdagangan minggu depan, Ibrahim memprediksi di rentang Rp17.920-Rp18.220 per dolar AS. Kemudian target pada bulan November 2026 sendiri Rupiah akan bergerak melemah di Rp18.500 per dolar AS.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE