MARKET NEWS

Presdir Mundur, BATA Fokus Jalankan Transformasi Bisnis di Indonesia

Rahmat Fiansyah 27/09/2026 03:00 WIB

Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Amitav Nandy mengundurkan diri setelah setahun menjabat.

Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Amitav Nandy mengundurkan diri setelah setahun menjabat. (Foto: Ist)

IDXChannel - Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Amitav Nandy mengundurkan diri setelah setahun menjabat. Langkah itu diambil sejalan dengan adanya rotasi jabatan di Bata Group.

"Sehubungan dengan adanya rotasi jabatan di Bata Group, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Amitav Nandy selaku Presiden Direktur," kata Corporate Secretary PT Sepatu Bata Tbk, Sanusi dikutip Sabtu (26/9/2026).

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menerima pengunduran diri Amitav sekaligus menetapkan penggantinya sebagai nakhoda baru BATA.

BATA melalui induknya saat ini tengah menjalankan transformasi global di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan industri alas kaki yang semakin ketat. Perusahaan sepatu asal Republik Ceko itu tengah fokus menghadirkan produk yang lebih relevan, menyederhanakan organisasi, serta membuat proses kerja lebih efektif.

“Kami ingin menyederhanakan cara kami bekerja, menyederhanakan apa yang kami tawarkan, dan yang paling penting, memastikan produk yang kami hadirkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen. Kami ingin membuat Bata lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan pada akhirnya lebih dekat dengan konsumen,” ujar Global CEO Bata Group, Panos Mytaros dalam keterangan resmi.

Panos menjelaskan, bagi Bata, simplifikasi tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kompleksitas internal, tetapi juga agar perusahaan dapat bergerak lebih cepat dan berfokus pada kebutuhan konsumen. Perseroan ingin menyusun portofolio produk yang lebih mudah dipahami dan menjawab beragam kebutuhan, mulai dari penggunaan sehari-hari hingga gaya hidup yang terus berkembang.

Perubahan perilaku konsumen juga mendorong Bata memperkuat kehadiran di kanal digital. Menurut Panos, perubahan tersebut juga terjadi di Indonesia. Konsumen semakin terbiasa dengan kanal digital, memiliki akses informasi yang lebih luas, serta dihadapkan pada lebih banyak pilihan produk.

“Konsumen Indonesia memang berubah. Mereka semakin digital, mendapatkan lebih banyak informasi, dan memiliki lebih banyak pilihan. Tetapi ada hal yang tidak berubah: mereka ingin mendapatkan nilai yang baik, harga yang masuk akal, dan pilihan,” katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bata menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang menuntut penyesuaian bisnis. Langkah transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun fondasi usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Di Indonesia, BATA fokus membangun kembali bisnis melalui penguatan jaringan ritel, kehadiran daring, serta pengembangan peluang waralaba bersama mitra lokal.

“Setelah 95 tahun di Indonesia, pesan saya sederhana: Bata kembali. Kami ingin kembali lebih dekat dengan konsumen, kembali relevan, dan terus berkembang bersama Indonesia,” kata Panos.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE