Pengusaha Franchise Lokal Didorong Masuk Pasar Modal untuk Dapatkan Alternatif Pembiayaan
Sekitar 43 usaha kecil dan menengah (UKM) telah memanfaatkan Papan Akselerasi BEI.
IDXChannel - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengusaha franchise lokal masuk dan memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan. Hal ini dilakukan demi memperluas skala bisnis dan meningkatkan daya saing.
“Pengusaha franchise yang memiliki fundamental bisnis kuat dan memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh pendanaan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu tahapan menuju IPO,” kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, Sabtu (7/11/2026).
Dia menambahkan, sekitar 43 usaha kecil dan menengah (UKM) telah memanfaatkan Papan Akselerasi BEI dengan total penghimpunan dana mencapai Rp2 triliun.
"Capaian ini menunjukkan pasar modal dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan bagi perusahaan skala kecil dan menengah untuk mempercepat pengembangan usaha," katanya.
Selain melalui pasar modal, Kementerian UMKM juga mendorong pelaku waralaba memanfaatkan pembiayaan perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik untuk memulai usaha maupun memperluas jaringan bisnis.
"Kesiapan fundamental menjadi faktor penting bagi bisnis waralaba yang ingin meningkatkan skala usaha dan mengakses pembiayaan yang lebih luas," kata dia.
Oleh karena itu, pelaku usaha menurutnya perlu memperkuat standardisasi prosedur operasional, menjaga konsistensi kualitas produk dan layanan, menerapkan tata kelola profesional, serta melindungi merek dagang.
"Kementerian UMKM berharap semakin banyak merek lokal yang berkembang menjadi perusahaan dengan tata kelola kuat sehingga mampu memperluas pasar, termasuk menembus pasar internasional," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)