MARKET NEWS

Pasar Stabil usai Suahasil Nazara Ditunjuk Jadi Menkeu

Anggie Ariesta 15/09/2026 09:27 WIB

Pengangkatan Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan direspons pasar keuangan dengan sentimen yang relatif stabil dan menenangkan.

Pasar Stabil usai Suahasil Nazara Ditunjuk Jadi Menkeu (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof. Rahma Gafmi menilai pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara direspons pasar keuangan dengan sentimen yang relatif stabil dan menenangkan.

Rahma menjelaskan bahwa pasar keuangan, investor institusional, maupun analis makro memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kapasitas Suahasil Nazara karena jam terbang dan rekam jejaknya yang panjang di tubuh Kementerian Keuangan.

"Tingkat kepercayaan pasar (market trust) High familiarity en continuity. Pasar keuangan, investor institusional, maupun analis makro menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Suahasil Nazara," kata Rahma dalam keterangannya, dikutip Selasa (15/9/2026).

Sebagai figur akademisi yang sebelumnya mengabdi sebagai Wakil Menteri Keuangan, penunjukan Suahasil dipandang sebagai simbol keberlanjutan kebijakan (policy continuity) yang menghindarkan pasar dari ketidakpastian.

"Transisi dari seorang wamen yang sudah paham betul dapur pacu fiskal membuat pelaku pasar tidak mengalami policy shock. Pasar tahu persis rekam jejak, gaya komunikasi, dan pemahamannya terhadap disiplin fiskal," tutur Rahma.

Menurut Rahma, pasar keuangan mendapatkan rasa aman (reassurance) terkait komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin defisit anggaran serta kesehatan postur APBN.

"Suahasil dikenal sebagai teknokrat murni yang sangat ketat mengawal postur fiskal agar tetap resilien di tengah dinamika global," kata Rahma.

Ia menambahkan, penunjukan ini melegakan bagi pelaku pasar karena dinilai mampu menjaga soliditas sinergi lintas otoritas di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta badan pengelola investasi.

Dalam pernyataan resminya pascapelantikan, Suahasil pun langsung menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini merupakan bentuk kesinambungan manajerial yang berfokus pada pengawalan kredibilitas keuangan negara sesuai mandat Presiden.

"Secara keseluruhan, pasar memandang pergantian ini sebagai langkah yang mengutamakan kepastian, stabilitas makro, dan terjaganya kepercayaan investor ketimbang perubahan arah angin kebijakan fiskal Indonesia," tutur Rahma.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE