MARKET NEWS

OpenAI Dipastikan Tak IPO Tahun Ini, Sam Altman Ungkap Alasannya

Nia Deviyana 14/09/2026 08:39 WIB

OpenAI dipastikan tidak akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada 2026.

OpenAI Dipastikan Tak IPO Tahun Ini, Sam Altman Ungkap Alasannya. Foto: AP.

IDXChannel - OpenAI dipastikan tidak akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada 2026. CEO OpenAI, Sam Altman, dalam pernyataannya menyinggung kekhawatiran mengenai keamanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang menurutnya membuat risiko.

Dia bahkan mengatakan risiko 10 persen AI dapat menyebabkan kepunahan manusia pada akhir dekade ini.

Pernyataan tersebut muncul ketika semakin banyak anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mendorong aturan baru untuk mengatur sistem AI, setelah dua peneliti dari pesaing OpenAI, Anthropic, memberikan peringatan serius bahwa perkembangan AI yang pesat dapat menyebabkan kepunahan umat manusia dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Saya sebenarnya berpikir, dengan mempertimbangkan segala sesuatu yang terjadi terkait keamanan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan IPO, dan kami tidak merasa tertekan untuk melakukannya,” kata Altman kepada majalah bisnis Fortune, dilansir Reuters, Senin (14/9/2026).

Ketika ditanya terkait kemungkinan 10 persen bahwa AI dapat menyebabkan kepunahan manusia, Altman mengatakan dirinya tidak mengetahui bagaimana perkiraan tersebut dapat dibuat. Namun, dia memperingatkan bahwa risikonya cukup serius sehingga perusahaan AI dan pemerintah harus bertindak seolah-olah risiko tersebut sama sekali tidak dapat ditoleransi.

“Apakah angkanya 10 persen, delapan persen, atau enam persen, intinya adalah kita semua memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan tidak boleh membiarkan ego, insentif untuk meraih keuntungan, atau hal lainnya menghalangi,” ujar Altman.

“Kita perlu bertindak sedemikian rupa sehingga kita tidak mengambil risiko sebesar angka-angka tersebut, dan saya yakin kita bisa melakukannya,” kata dia.

Para politisi, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, merespons dengan kekhawatiran dan menyerukan tindakan lebih lanjut setelah muncul sejumlah kasus agen AI yang lepas kendali hingga meretas sistem eksternal, serta pengunduran diri sejumlah peneliti keamanan AI dari perusahaan mereka karena khawatir terhadap risiko teknologi tersebut.

Pada Juni, New York Times melaporkan OpenAI yang berbasis di San Francisco sedang mempertimbangkan untuk menunda IPO yang berpotensi bernilai triliunan dolar hingga tahun depan.

Pada saat itu, saham dalam IPO SpaceX milik Elon Musk merosot setelah sebelumnya melonjak dan mendorong valuasi perusahaan tersebut mencapai USD1,8 triliun.

Altman juga mengisyaratkan bahwa OpenAI dan perusahaan-perusahaan AI terkemuka lainnya hampir mencapai kesepakatan untuk memperlambat pengembangan AI dan bekerja sama dalam menangani risiko keamanan.

Pada Sabtu, CEO Anthropic Dario Amodei juga menyerukan perusahaan-perusahaan AI untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam pengembangan teknologi tersebut.

“Kita harus memperlambat laju peningkatan kemampuan model-model AI,” tulis Amodei dalam sebuah esai di X.

Altman kemudian menyatakan bahwa dirinya setuju dengan pandangan tersebut.

“Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu memperlambat laju pengembangan frontier AI. Ini telah menjadi salah satu topik utama dalam diskusi yang kami lakukan di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir,” ujarnya.

Namun, kekhawatiran mengenai keamanan tidak memperlambat rencana IPO Anthropic. Perusahaan tersebut diperkirakan mulai memasarkan penawaran umum perdananya paling cepat pada pertengahan Oktober dan menyelesaikan pencatatan saham beberapa hari sebelum pemilu sela AS pada November, menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

(NIA DEVIYANA)

SHARE