MARKET NEWS

OJK Ungkap Tujuh Calon Emiten Antre IPO, Targetkan Dana Rp4,02 Triliun

Rohman Wibowo 17/09/2026 20:02 WIB

OJK mencatat antrean penawaran umum perdana saham atau IPO di pasar modal domestik saat ini diisi oleh tujuh calon emiten dengan target Rp4,02 triliun.

OJK Ungkap Tujuh Calon Emiten Antre IPO, Targetkan Dana Rp4,02 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal domestik saat ini diisi oleh tujuh calon emiten. Dari aksi korporasi tersebut, nilai emisi yang dibidik secara keseluruhan diproyeksikan dapat menyentuh angka maksimal hingga Rp4,02 triliun.

Minat korporasi menghimpun pendanaan publik melalui bursa saham nasional terpantau terus bergerak kendati dihadapkan pada dinamika perekonomian makro. Hingga awal bulan ini, sejumlah perusahaan tercatat masih memproses kelengkapan administratif untuk memperoleh pernyataan efektif dari regulator.

"Per 6 September 2026 terdapat 7 perusahaan yang sedang dalam pipeline proses pendaftaran IPO, dengan perkiraan target dana maksimum sebesar Rp4,02 triliun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (17/9/2026).

Hasan menjelaskan bahwa laju penambahan jumlah perusahaan yang berminat melantai di bursa memang mengalami penyesuaian akibat volatilitas eksternal dan kesiapan internal. 

Otoritas pun bersikap selektif dan tidak serta-merta meloloskan setiap permohonan emisi saham jika aspek transparansi belum memenuhi kriteria baku.

Sikap kehati-hatian korporasi dalam menentukan momentum pencatatan saham sangat berkaitan dengan dinamika geopolitik internasional yang membayangi stabilitas pasar keuangan. 

Di sisi lain, regulator mewajibkan pembenahan mendasar terhadap dokumen kepatuhan calon emiten sebelum izin resmi diterbitkan.

"Penurunan calon perusahaan untuk IPO dipengaruhi dinamika pasar global dan ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing, selain adanya rencana IPO yang belum disetujui karena masih perlu peningkatan kualitas keterbukaan informasi," kata Hasan.

Kendati jumlah antrean IPO saham tampak melandai, Hasan menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembiayaan bursa tidak semata-mata diukur dari kuantitas perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya. 

Target penghimpunan dana tahun 2026 yang dipatok Ketua Dewan Komisioner OJK pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) sebesar Rp250 triliun tetap menjadi prioritas utama.

Untuk memperluas basis calon emiten potensial, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif turun langsung menyelenggarakan sosialisasi hingga program coaching clinic di berbagai wilayah di Indonesia. 

Langkah pembinaan ini dirancang untuk mendampingi pelaku usaha daerah agar siap memenuhi tata kelola dan transparansi standar pasar modal.

"Fokus kami pada keseluruhan penghimpunan dana yang kini sudah mencapai Rp148,3 triliun dari target Rp250 triliun, dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten," urai Hasan. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE