MARKET NEWS

Nasdaq Siapkan Perdagangan Saham dan ETF 23 Jam Mulai 6 Desember 2026

Anggie Ariesta 29/10/2026 18:50 WIB

Dalam skema operasional baru tersebut, jam perdagangan reguler, pre-market, dan post-market di AS tetap berjalan seperti biasa.

Nasdaq Siapkan Perdagangan Saham dan ETF 23 Jam Mulai 6 Desember 2026 (Foto: Il

IDXChannel – Bursa saham Nasdaq mengonfirmasi rencana peluncuran inisiatif Always-On Trading yang memungkinkan perdagangan saham dan ETF selama 23 jam sehari mulai 6 Desember 2026. Perluasan jam perdagangan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan akses yang lebih luas bagi investor global, khususnya di Asia yang memiliki perbedaan zona waktu dengan Amerika Serikat (AS).

Managing Director Market Data Services, Capital Access Platform Nasdaq, Conrad Chow, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan hasil evaluasi selama lebih dari satu tahun bersama regulator, pelaku bursa, dan broker global. Proses ini dilakukan untuk memastikan integritas pasar dan perlindungan investor tetap terjaga.

"Kami telah mengonfirmasi bahwa Always-On Trading akan mulai berjalan pada 6 Desember tahun ini. Nasdaq senantiasa berada di garda terdepan dalam mendorong inisiatif ini karena secara teknologi sistem matching engine kami sudah teruji menjalankan pasar 23 hingga 24 jam. Insentif utama kami adalah melihat besarnya pertumbuhan volume perdagangan yang datang dari Asia selama beberapa tahun terakhir," kata Conrad dalam Seminar IDX x Nasdaq InnovAsia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam skema operasional baru tersebut, jam perdagangan reguler, pre-market, dan post-market di AS tetap berjalan seperti biasa. Setelah sesi post-market berakhir pada pukul 07.00 WIB, Nasdaq menyediakan jeda pemeliharaan sistem (maintenance window) selama satu jam hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, perdagangan kembali dibuka melalui sesi overnight.

Perluasan jam perdagangan ini diharapkan dapat meningkatkan akses investor Asia terhadap saham AS. Selain itu, skema tersebut ditujukan untuk mendukung pembentukan harga (price discovery) yang lebih transparan dan mencerminkan kondisi pasar dibandingkan perdagangan melalui Alternative Trading System (ATS) di luar bursa.

"Kami percaya inisiatif ini akan menciptakan lebih banyak peluang, aksesibilitas, serta dorongan bagi investor Asia untuk berpartisipasi di pasar saham AS dengan dukungan likuiditas yang lebih kuat dan transparan," pungkas Conrad.

Adapun skema perdagangan 24/5 (24/5 Trading) memungkinkan instrumen keuangan diperdagangkan selama 24 jam sehari, lima hari dalam sepekan, umumnya dari Senin hingga Jumat.

Skema tersebut telah lama dikenal di pasar valuta asing (valas) dan komoditas. Dalam perkembangannya, perdagangan dengan jam yang lebih panjang juga diterapkan pada pasar saham internasional, termasuk saham-saham Amerika Serikat yang diperdagangkan di Nasdaq dan New York Stock Exchange (NYSE).

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE