Momentum Saham Hapsoro-Prajogo SINI, Seberapa Jauh Reli Berlanjut?
Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) masih melanjutkan penguatan pada Jumat (18/9/2026).
IDXChannel – Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) masih melanjutkan penguatan pada Jumat (18/9/2026).
Pergerakan tersebut membuat momentum bullish saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro dan taipan Prajogo Pangestu ini masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/9/2026) pukul 10.25 WIB, saham SINI naik 1,04 persen ke Rp16.975 per unit.
BRI Danareksa menilai SINI masih berada dalam momentum bullish setelah berhasil breakout resistance Rp15.000. Level tersebut kini berpotensi menjadi area support bagi pergerakan saham.
Secara teknikal, posisi SINI juga masih berada cukup jauh di atas moving average (MA) 20 hari yang berada di Rp12.385 dan MA200 di Rp10.479. Kondisi tersebut menunjukkan tren jangka pendek hingga menengah masih mengarah positif.
Dari sisi momentum, volume perdagangan saat breakout tercatat tinggi, sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan kondisi bullish.
Hal ini mengindikasikan tekanan beli masih cukup kuat untuk menopang pergerakan SINI.
Sepanjang 2026, saham SINI telah terbang 74,98 persen, dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) Rp20,50 triliun.
Di luar faktor teknikal, katalis utama SINI masih berasal dari rencana PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo untuk menjadi pengendali perseroan.
Saat ini, CUAN telah memiliki 27,78 persen saham SINI secara tidak langsung. Perseroan masih melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI terkait mekanisme, harga, serta waktu penyelesaian transaksi akuisisi.
Apabila pengambilalihan pengendali terealisasi, pasar juga akan mencermati potensi mandatory tender offer (MTO). Harga pelaksanaan MTO nantinya akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu, SINI juga tengah melakukan optimalisasi portofolio bisnis. Perseroan baru saja melepas 54 persen saham PT Interkayu Nusantara dengan nilai transaksi Rp31,8 miliar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan portofolio dan memperbesar fokus perseroan terhadap bisnis pertambangan batu bara. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.