MARKET NEWS

Merdeka (MDKA) Balik Rugi Jadi Laba Rp1,8 Triliun di Semester I-2026

Rahmat Fiansyah 26/09/2026 19:32 WIB

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan laba bersih sebesar USD102 juta atau setara Rp1,8 triliun pada semester I-2026.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan laba bersih sebesar USD102 juta atau setara Rp1,8 triliun pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD102 juta atau setara Rp1,8 triliun pada semester I-2026. Capaian ini berbalik dari rugi USD16 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang penguatan bisnis nikel dan emas. Pendapatan konsolidasian perseroan meningkat 64 persen secara tahunan menjadi USD1,40 miliar, dari USD855 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga melonjak 191 persen menjadi USD512 juta dari sebelumnya USD176 juta.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi kontributor terbesar terhadap EBITDA MDKA pada semester I-2026. Peningkatan tersebut didukung kenaikan volume penjualan dan harga bijih nikel, serta kontribusi dari High-Grade Nickel Matte (HGNM), Nickel Pig Iron (NPI), dan produk asam.

Sementara itu, penguatan bisnis emas turut menopang kinerja perseroan. Kontribusi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) diperkirakan semakin besar pada semester II-2026 seiring peningkatan produksi Tambang Emas Pani.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro mengatakan, kinerja semester I-2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi perseroan. 

“Kinerja semester I-2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas. Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini,” ujar Albert dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).

Dari sisi operasional, produksi emas Grup Merdeka meningkat 32 persen secara tahunan menjadi 66.814 ons pada semester I 2026. Tambang Emas Tujuh Bukit menjadi kontributor utama dengan produksi 49.402 ons, sedangkan Tambang Emas Pani menyumbang 17.412 ons setelah mulai beroperasi tahun ini. Total penjualan emas juga meningkat 3 persen menjadi 61.561 ons.

Pada bisnis nikel, MBMA memproduksi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) bijih nikel pada semester I 2026, naik 121 persen secara tahunan. Penjualan bijih nikel meningkat 60 persen menjadi 12,4 juta wmt. Pertumbuhan tersebut didukung utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta peningkatan produktivitas di area tambang utama.

Kinerja pengolahan nikel juga menguat. Produksi dan penjualan NPI meningkat 20 persen secara tahunan seiring operasi smelter yang lebih stabil. Sementara itu, produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat dengan penjualan tumbuh 72 persen. Kondisi tersebut memperkuat kontribusi rantai nilai nikel terhadap kinerja Grup Merdeka.

Perseroan juga melanjutkan pengembangan sejumlah proyek strategis. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap studi kelayakan, sedangkan Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi dan mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (CIL). Di lini material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt memajukan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) menuju produksi pada semester II-2026.

“Kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang,” kata Albert.

Merdeka tetap mencermati sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja hingga akhir tahun, termasuk pergerakan harga komoditas, biaya bahan bakar dan energi, nilai tukar, serta perubahan regulasi. Perseroan akan menjaga fokus pada pencapaian target produksi, disiplin biaya, dan alokasi modal yang terukur seiring pengembangan proyek-proyek pertumbuhan grup.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE