Lampaui Target, Laba Bersih Samindo Resources (MYOH) Naik 53 Persen hingga Kuartal III
Capaian tersebut tumbuh 53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni USD11,42 juta.
IDXChannel – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan laba bersih (net profit) USD17,47 juta hingga kuartal III-2026.
Capaian tersebut tumbuh 53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni USD11,42 juta, sekaligus melampaui target laba pada rencana kerja yakni USD14,89 juta.
Adapun dari sisi pendapatan konsolidasi, MYOH berhasil membukukan USD133,05 juta, tumbuh 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor utama kenaikan pendapatan berasal dari segmen overburden removal dan coal getting yang naik 22 persen menjadi USD79,98 juta, dari sebelumnya USD65,56 juta pada kuartal III-2025.
Segmen lain yakni coal hauling juga tumbuh menjadi USD32,86 juta, serta jasa pengeboran, eksplorasi dan lainnya yang meningkat 15 persen menjadi US1,68 juta.
“Kinerja pada sembilan bulan pertama 2026 ditopang ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama perseroan mulai dari pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batu bara (coal getting), hingga pengangkutan batubara (coal hauling) yang secara konsisten melampaui target rencana kerja (business plan) tahun berjalan,” ujar Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan data perseroan, hingga September 2026 realisasi overburden (OB) removal mencapai 28,32 juta bank cubic meter (bcm), melonjak 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 23,04 juta bcm, sekaligus melampaui target rencana kerja sebesar 25,59 juta bcm atau 11 persen di atas target.
Sejalan dengan OB removal, volume coal getting tumbuh 11 persen menjadi 4,20 juta ton dibandingkan 3,76 juta ton pada kuartal III-2025, serta melampaui target rencana kerja sebesar 3,73 juta ton atau 13 persen di atas target.
Tren positif tersebut turut diikuti segmen coal hauling yang mencatatkan volume angkut sebesar 18,24 juta ton, tumbuh dari realisasi 17,71 juta ton pada periode tahun sebelumnya sekaligus melampaui target rencana kerja.
Menurut Zaki, capaian operasional di atas target ini didukung oleh kondisi cuaca tambang yang lebih kondusif dengan jam hujan yang lebih rendah, optimalisasi jarak angkut (hauling distance) di pit tambang yang lebih pendek, peningkatan ketersediaan armada alat berat (truck availability), serta keberhasilan mempertahankan zero fatality.
Di samping itu, efisiensi jarak angkut dan pengendalian biaya perawatan armada pada segmen coal hauling, serta turunnya beban segmen sewa kendaraan, membuat beban pokok pendapatan berhasil ditekan turun 2 persen menjadi USD98,60 juta dari sebeumnya USD100,57 juta pada kuartal III-2025.
Hasilnya, laba bruto MYOH melonjak 59 persen menjadi USD34,45 juta dan laba sebelum pajak tumbuh 62 persen menjadi USD23,69 juta.
Secara konsolidasi, laba bersih (net profit) Perseroan hingga kuartal III-2026 naik signifikan 53 persen mencapai USD17,47 juta dibandingkan USD11,42 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba di kuarta lII ini juga sekaligus melampaui target laba rencana kerja sebesar USD14,89 juta atau 17 persen di atas target.
Dari sisi fundamental, neraca perseroan juga semakin kokoh dengan posisi kas dan deposito berjangka yang meningkat menjadi USD101,68 juta, diiringi penurunan total liabilitas sebesar 12 persen menjadi USD38,94 juta.
"Lonjakan laba bersih sebesar 53 persen hingga Kuartal III-2026 mencerminkan disiplin eksekusi yang kuat dari seluruh tim dalam mengoptimalkan kesiapan alat berat, memaksimalkan cuaca kerja yang kondusif, serta menjaga efisiensi biaya operasional di lapangan,” kata Zaki.
Menurutnya, dengan beroperasinya tambahan unit heavy dump truck baru serta adanya tambahan volume kontrak kerja sebesar 1 juta bcm untuk overburden dan 1 juta ton untuk batubara dari klien utama, perseroan sangat optimistis tren pertumbuhan positif ini akan terus berlanjut hingga akhir 2026.
(DESI ANGRIANI)