Laba TPIA Susut 77 Persen di Semester I, Pendapatan Tembus USD5,3 Miliar
Di tengah penurunan laba, perseroan membukukan pendapatan USD5,3 miliar atau melesat 83,6 persen.
IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 77,2 persen menjadi USD371,2 juta pada semester I-2026 dari periode yang sama tahun sebelumnya USD1,62 miliar.
Pada semester I-2025, laba bersih TPIA mencakup keuntungan pembelian dengan harga murah (bargain purchase gain atau negative goodwill) yang timbul dari penyelesaian akuisisi Aster Chemicals and Energy.
Keuntungan tersebut merupakan pencatatan akuntansi yang bersifat non-recurring atau satu kali dan tidak berasal dari aktivitas operasional yang berulang. Keberadaan komponen tersebut menyebabkan semester I-2025 menjadi basis perbandingan yang sangat tinggi (high base effect).
Meski demikian, perseroan masih membukukan pendapatan USD5,3 miliar atau melesat 83,6 persen hingga Juni 2026 dibandingkan semester I-2025 yang sebesar USD2,9 miliar.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (29/7/2026) pendapatan perseroan bersumber dari segmen energi sebesar USD3,3 miliar, segmen kimia USD1,9 miliar, dan infrastruktur USD64,6 juta.
Pendapatan ketiga segmen ini mengalami peningkatan setelah akuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025 serta jaringan SPBU bermerek Esso pada Januari 2026.
Adapun EBITDA Chandra Asri tercatat sebesar USD802,6 juta, dengan kas dan setara kas mencapai USD3,9 miliar
Hingga Juni 2026, jumlah aset TPIA mencapai USD13,76 miliar atau meningkat 11,7 persen, dengan liabilitas yang baik 14,8 persen menjadi sebesar USD8,8 miliar.
(DESI ANGRIANI)