MARKET NEWS

Kinerja Makin Kuat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun Lewat Empat Segmen Bisnis Utama

Rahmat Fiansyah 02/11/2026 22:15 WIB

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), didorong kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services yang meningkat 8,3 persen menjadi Rp71,5 triliun.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA perseroan mencapai Rp55,5 triliun atau tumbuh 2 persen secara tahunan, dengan margin EBITDA sebesar 48,9 persen. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen. Adapun laba bersih setelah normalisasi meningkat 3,9 persen menjadi Rp16,5 triliun, dengan margin 14,6 persen.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno mengatakan, perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30 dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi yang memberikan manfaat nyata.

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal. Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Empat Segmen Bisnis Catat Pertumbuhan

Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan Telkomsel meningkat 1,8 persen menjadi Rp82,9 triliun, terutama ditopang bisnis digital yang tumbuh 7,7 persen menjadi Rp60,7 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta strategi komersial yang disiplin untuk memperkuat monetisasi layanan seluler. Hasilnya, rata-rata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU) Telkomsel meningkat 7,1 persen menjadi Rp45.400, disertai kenaikan hasil pendapatan data (data yield) sebesar 6,5 persen.

Sementara itu, pendapatan bisnis IndiHome tercatat sebesar Rp19,1 triliun seiring penataan basis pelanggan. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Pada kuartal III-2026, jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta, sedangkan ARPU naik 3,2 persen menjadi Rp217.700.

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5 persen secara tahunan menjadi Rp7,1 triliun, didukung layanan pusat data (data center), konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan fiber to the tower (FTTT) sebesar Rp7,01 triliun, tumbuh 1,8 persen.

Mitratel juga membukukan EBITDA sebesar Rp5,81 triliun dan laba bersih Rp1,55 triliun. Margin EBITDA dan margin laba bersih masing-masing tercatat sebesar 82,9 persen dan 22,2 persen.

Di sisi lain, NeutraDC mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17 persen secara tahunan menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026. EBITDA meningkat 35 persen dengan margin sebesar 40,9 persen. Pertumbuhan ini didukung kontribusi pusat data di Singapura dan Cikarang, seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan dan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui layanan Neutra Compute.

Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas pusat data hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW) untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar. Untuk mendukung rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Segmen B2B ICT membukukan pendapatan sebesar Rp11,2 triliun, meningkat 3,1 persen secara tahunan. Segmen usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME) menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan pendapatan 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun. Pencapaian ini didorong pertumbuhan pelanggan Indibiz sebesar 10,9 persen menjadi 771,1 ribu pelanggan. Bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution juga tumbuh 6,2 persen.

Kinerja segmen International turut mencatatkan pertumbuhan positif. Pendapatan meningkat 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun, terutama didukung pendapatan jaringan yang melonjak 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan layanan konektivitas internasional bagi perusahaan teknologi global (global hyperscalers) dan operator jaringan global (global carriers).

Dari sisi infrastruktur, Telin terus memperluas konektivitas internasional melalui pengembangan kabel laut. Salah satunya proyek ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026, serta proyek INSICA yang ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV-2026. Pengembangan ini turut mendukung posisi Batam sebagai pusat kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas pusat data NeutraDC.

"Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global," kata Nanang.

Percepat Transformasi TLKM 30

Telkom terus menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 yang mencakup empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding.

Dalam pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup menjaga disiplin pengelolaan biaya dan arus kas untuk mendukung efisiensi operasional, keberlanjutan investasi, serta kualitas layanan. Pengelolaan arus kas tetap dijaga di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi yang lebih efektif dan produktif.

Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III-2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, terdiri dari divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, serta penggabungan dua entitas. Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15,7 triliun dengan rasio capex terhadap pendapatan sebesar 13,8 persen. Sebanyak 94,3 persen capex dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.

Nanang mengatakan, penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membangun organisasi yang lebih ramping, sederhana, dan adaptif.

"Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

Salah satu tonggak penting dalam pilar Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis konektivitas serat optik grosir (wholesale fiber connectivity) ke InfraNexia pada 30 September 2026. Melalui langkah ini, lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model bisnis carrier-neutral dan open-access. Skema tersebut memungkinkan pemanfaatan infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka peluang komersialisasi dan kemitraan strategis.

"Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat," kata Nanang.

(Rahmat Fiansyah/ADV)

SHARE