MARKET NEWS

Kalbe (KLBF) Umumkan Rencana Buyback Saham Rp500 Miliar

Rahmat Fiansyah 15/09/2026 15:38 WIB

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) di tengah tekanan terhadap harga sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) di tengah tekanan terhadap harga saham. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) di tengah tekanan terhadap harga sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak awal 2026, harga saham KLBF jatuh 37 persen ke Rp760.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Selasa (15/9/2026), Kalbe mengalokasikan anggaran hingga Rp500 miliar dalam aksi korporasi tersebut. Biaya tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek yang diperkirakan sekitar 0,1 persen dari jumlah nilai buyback.

Perseroan menggunakan acuan Surat OJK No. S-12/D.04/2026 dan Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023 terkait pembelian kembali saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Dengan demikian, Kalbe akan mulai melakukan buyback saham pada 16 September sampai 16 Desember 2026. Periode tersebut bisa diakhiri lebih cepat sesuai pertimbangan manajemen.

Dana tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal untuk melakukan buyback saham. Seiring potensi pemakaian dana tersebut, dana dari pendapatan bunga diprediksi sekitar Rp8,4 miliar dengan asumsi dana buyback terpakai seluruhnya selama tiga bulan. 

Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas Kalbe mencapai Rp4,83 triliun dengan aset lancar Rp20,98 triliun. Sementara liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp6,65 triliun.

Kalbe tak mengungkapkan harga batas maksimal buyback saham dan hanya menyatakan harga yang dibeli dianggap wajar mengacu POJK 13/2023, POJK 29/2023, dan aturan lain terkait yang berlaku.

Buyback saham itu diharapkan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham KLBF secara fundamental. Di samping itu, buyback juga memberikan fleksibilitas kepada perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

Saham KLBF terus tertekan seiring memburuknya sentimen terhadap prospek perusahaan. Gejolak geopolitik global yang mendorong harga minyak dan menekan rupiah berpotensi menekan kinerja Kalbe mengingat bahan baku farmasi yang sebagian besar diimpor.

Perseroan juga memproyeksikan profitabilitas pada semester II-2026 belum akan membaik meski pendapatan masih tumbuh pada enam bulan pertama. Hal ini disebabkan oleh tingginya beban pokok pendapatan di tengah lesunya daya beli yang membuat perseroan berhati-hati dalam menyesuaikan harga produk.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE