MARKET NEWS

Jaga Profitabilitas, Laba Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Stabil hingga September 2026

Rahmat Fiansyah 02/11/2026 10:30 WIB

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) membukukan laba bersih sebesar Rp476,69 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) membukukan laba bersih sebesar Rp476,69 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) membukukan laba bersih sebesar Rp476,69 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penjualan, efisiensi operasional, serta penurunan beban bunga seiring pembayaran pinjaman.

Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,48 triliun pada Januari-September 2026, tumbuh 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba kotor meningkat 7,16 persen menjadi Rp1,88 triliun, sedangkan laba bersih sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp474 miliar.

Dari sisi operasional, volume penjualan semen dan terak, termasuk ekspor, mencapai 9,17 juta ton. Angka tersebut meningkat 3,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama SMCB, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, perseroan berupaya menjaga profitabilitas di tengah persaingan industri semen yang ketat, kelebihan kapasitas produksi, serta tekanan biaya energi dan logistik.

"Bagi kami, pertumbuhan tidak hanya diukur dari peningkatan volume penjualan, tetapi juga dari kemampuan menjaga profitabilitas melalui operational excellence, efisiensi biaya, disiplin pengelolaan keuangan, serta memperkuat daya saing dengan mengoptimalkan peluang pasar domestik dan mengembangkan pasar ekspor," ujar Rizki dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Di pasar domestik, SMCB memperkuat distribusi melalui kehadiran kembali produk Semen Kujang di Jawa Barat serta penguatan kemitraan dengan distributor dan pemilik toko. Perseroan juga memasok material untuk sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pembangunan dermaga, jalan tol, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih.

Selain pasar domestik, perseroan mengembangkan ekspor untuk memperluas basis pelanggan dan mengoptimalkan kapasitas produksi. Setelah menyelesaikan pembangunan dermaga khusus ekspor semen, SMCB mulai merealisasikan ekspor pada Juni 2026.

Hingga September 2026, perseroan telah mengekspor lebih dari 300.000 ton semen khusus ke Pantai Barat Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation. Perseroan juga berupaya memperluas ekspor ke produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Di sisi keberlanjutan, SMCB menjalankan Sustainability Roadmap 2030 untuk memperkuat daya saing sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Pada 2025, solusi berkelanjutan berkontribusi 46 persen terhadap total pendapatan, meningkat 7 persen dibandingkan 2024. Intensitas emisi karbon juga turun 17,16 persen dibandingkan baseline 2010.

Rizki mengatakan, perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan profitabilitas melalui optimalisasi pasar, peningkatan produktivitas, serta disiplin keuangan. Strategi tersebut diharapkan memperkuat ketahanan bisnis dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE