MARKET NEWS

IPCC Raih Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III-2026

Rahmat Fiansyah 04/11/2026 11:35 WIB

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar hingga kuartal III-2026.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar hingga kuartal III-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan trafik kargo konsolidasi sebesar 19,57 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global.

Berdasarkan laporan keuangan interim per September 2026, perseroan mencatatkan pendapatan operasi sebesar Rp645,48 miliar. Angka tersebut terkoreksi 2,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha IPCC juga turun 5,85 persen secara tahunan menjadi Rp205,64 miliar. Sementara itu, laba bersih terkoreksi 6,89 persen menjadi Rp177,18 miliar. Meski mengalami penurunan, perseroan mampu mempertahankan margin laba bersih atau net profit margin (NPM) sebesar 27,45 persen.

Dari sisi operasional, IPCC mencatatkan trafik kargo konsolidasi sebanyak 1.373.926 unit hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan aktivitas layanan domestik dan kontribusi jaringan Terminal Satelit.

Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro mengatakan, pertumbuhan trafik operasional mencerminkan besarnya potensi pasar domestik yang masih dapat dikembangkan. Kondisi tersebut menjadi momentum bagi perseroan untuk memperkuat jaringan operasional, meningkatkan kualitas layanan, dan menangkap peluang bisnis baru.

"Kami akan terus memperkuat layanan yang terintegrasi, mengembangkan layanan bernilai tambah, serta membuka peluang perluasan jaringan Terminal Satelit. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan volume kargo, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut dapat memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap pendapatan dan profitabilitas perseroan," ujar Wing dalam keterangan resmi dikutip Rabu (4/11/2026).

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, IPCC memperkuat strategi Integrated Auto Solutions melalui pengembangan layanan logistik kendaraan terintegrasi, peningkatan layanan bernilai tambah (value-added services), serta efisiensi dan produktivitas operasional.

Perseroan juga mengoptimalkan komposisi layanan dan potensi pendapatan dari setiap segmen operasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dari pertumbuhan volume kargo yang ditangani, sehingga kenaikan trafik dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan dan profitabilitas.

Selain itu, IPCC menjajaki pengembangan Terminal Satelit baru di sejumlah wilayah strategis. Ekspansi tersebut diharapkan memperluas jangkauan layanan, memperkuat konektivitas distribusi kendaraan domestik, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.

Di tengah ketidakpastian perdagangan global, termasuk konflik di kawasan Selat Hormuz dan perang tarif, perseroan optimistis penguatan jaringan, diversifikasi layanan, serta optimalisasi pasar domestik dapat menjadi fondasi pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE