MARKET NEWS

Investor Diminta Tak Panik, Wamenko Perekonomian: MSCI Tidak Selalu Benar 

Iqbal Dwi Purnama 16/10/2026 18:48 WIB

Investor perlu melakukan analisis fundamental secara mandiri dan tidak hanya mengikuti sentimen yang berkembang di pasar.

Investor Diminta Tak Panik, Wamenko Perekonomian: MSCI Tidak Selalu Benar (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo meminta investor pasar modal Indonesia tidak bereaksi berlebihan terhadap penilaian dan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Menurutnya, investor perlu melakukan analisis fundamental secara mandiri dan tidak hanya mengikuti sentimen yang berkembang di pasar.

Dradjad mengakui MSCI memiliki reputasi tinggi sebagai penyedia indeks global sehingga penilaian lembaga tersebut tetap perlu diperhatikan. Namun, dia menegaskan hasil kajian MSCI tidak selalu mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia secara utuh.

"Bahwa MSCI punya reputasi tinggi, iya. Bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan, iya. Tetapi, satu, mereka tidak selalu benar," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/10/2026).

Dia menilai investor perlu mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan tercatat serta perkembangan reformasi integritas pasar modal yang tengah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self-regulatory organization (SRO).

Dradjad juga menyoroti komposisi portofolio MSCI yang menurutnya memiliki bobot besar pada saham-saham Amerika Serikat dan sektor teknologi. Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi pertimbangan investor dalam menyikapi penilaian MSCI terhadap pasar saham Indonesia.

"Jadi, bobot Amerika terlalu besar di situ. Jadi, yang dilakukan MSCI itu memang betul bahwa kita harus melakukan reformasi di pasar modal kita, tata kelola kita perlu kita perbaiki. Tetapi, teman-teman investor juga perlu hitung sendiri, Anda lebih tahu pasar modal kita," tutur dia.

Dia kemudian mencontohkan kondisi pasar saham Jerman. Menurut Dradjad, indeks DAX Jerman dapat menguat ketika saham-saham pilihan MSCI justru mencatatkan kinerja negatif. Hal itu menunjukkan investor tetap memiliki ruang untuk menilai kondisi pasar berdasarkan analisis dan keyakinan terhadap fundamental perusahaan.

Dradjad berharap investor domestik dapat mengambil pelajaran dari kondisi tersebut dengan mencermati kinerja emiten dan perkembangan reformasi pasar modal Indonesia, alih-alih hanya mengikuti perubahan sentimen global.

"Tolong teman investor, perkuat analisis kalian, perkuat model kalian dan lebih independen. Harus bisa menghitung return saham sendiri, bisa tahu kekuatan sendiri, sehingga kita tidak gampang panik ketika ada pengumuman," tuturnya.

Lebih lanjut, Dradjad menilai koreksi tajam pasar saham pada Jumat (16/10/2026) dipengaruhi reaksi investor domestik terhadap pengumuman MSCI. Padahal, menurutnya, sejumlah perusahaan tercatat masih memiliki kinerja fundamental yang cukup baik.

Dia mencontohkan sektor barang konsumsi atau consumer goods di mana daya beli masyarakat tidak mengalami pelemahan. Kondisi tersebut, tercermin dari pendapatan emiten sektor barang konsumsi yang masih tumbuh sekitar 6 persen.

"Kalau pendapatan naik, artinya konsumsi masih bagus. Jadi, yang terjadi sekarang ini adalah karena investor domestik terlalu gampang panik karena belum pede menghitung sendiri," katanya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE